Arswendo Atmowiloto Masih Tulis Novel Selama Sakit

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 20 33 2081384 arswendo-atmowiloto-masih-tulis-novel-selama-sakit-b9mNN7VRIM.jpg Cover Novel Terbaru Arswendo (Foto: IST)

JAKARTA - Kanker prostat yang menyerang Arswendo Atmowiloto tidak menyurutkan semangatnya menulis. Sang seniman masih sempat menyelesaikan novel karangan sendiri yang berjudul Barabas.

“Keluar lagi novel terbarunya bapak saat sedang sakit,” ungkap putrì Arswendo, Caecilia Tiara di rumah duka di kawasan Pesanggrahan, Jakarta (20/7/2019).

Baca juga: Trailer Walking Dead Season 10 Suguhkan Pertempuran Besar The Whisperers

Berbagai cara Arswendo Atmowiloto lakukan untuk menyelesaikan karya terbarunya di tengah sakit yang diderita. Salah satunya dengan meminta bantuan orang-orang terdekat untuk jadi perantara menulis.

barabas 

“Jadi memang luar biasa produktifnya bapak. Sampai saat sedang sakit minta ditulisin. Beliau dikte apa yang ingin ditulis untuk buku,” kisah Caecilia Tiara.

Arswendo Atmowiloto hampir tidak pernah lepas dari kegemarannya menulis. Sehari-hari, Arswendo lebih sering menghabiskan waktu di depan laptop untuk menuangkan buah pemikirannya menjadi sebuah cerita.

arswendo 

“Bapak itu selalu berkarya. Saya hampir tidak pernah melihat bapak tidak megang pulpen untuk menulis dan di depan laptop,” kata Caecilia Tiara lagi.

Arswendo Atmowiloto mengembuskan napas terakhir pada Jumat sore, 19 Juli 2019. Pria yang juga pernah bekerja sebagai wartawan itu tutup usia di angka ke-70 akibat kanker prostat.

Baca juga: Sara Wijayanto Bantu 2 Artis Ini Menetralisir Pengaruh Santet

Komplek pemakaman San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat pun dipilih pihak keluarga sebagai lokasi peristirahatan terakhir Arswendo Atmowiloto.

Novel terbaru Arswendo Atmowiloto yang berjudul Barabas Diuji Segala Segi rencananya akan diterbitkan pada tanggal 19 Agustus mendatang. "Judul novelnya Barabas Diuji Segala Segi. Ini sebuah novel tentang pertobatan Barabas, seorang pemberontak yang diselamatkan Yesus dari hukuman mati," ujar Anastasia Mustika W, editor dari penerbit yang hendak memproduksi novel Mas Wendo, begitu pria ini biasa disapa.
Menurut Anas, begitu sang editor biasa disapa, novel ini diterimanya pada Januari 2019 dan sudah disunting oleh editor freelance bernama Irna Permanasari. Karya yang terinspirasi dari kisah Alkitab ini memiliki 272 halaman dengan ukuran 13,5 x 20 sentimeter.

Sekira 2.000 eksemplar novel Barabas Diuji Segala Sisi bakal segera diproduksi. Tim produksi hanya tinggal merampungkan sampul buku dengan latar hijau dan huruf serta gambar berwarna kuning itu.

Cerita singkatnya, Barabas si terpidana mati sekonyong-konyong mendapatkan kebebasan lantaran masyarakat Roma lebih memilih menyalibkan Yesus. Penyamun yang dibesarkan secara liar itu tak pernah tahu Yesus-lah sosok yang akan mengubah jalan hidupnya, atau jalan kematiannya ke jalan hidup.

Bagaimana mungkin penjahat kawakan berjulukan Kalajengking Tampan bisa-bisanya melanjutkan hidup dengan menjadi pendoa? Bahkan mengagumi dan mewawancarai langsung Bunda Maria kemudian menuliskannya dengan penuh hormat.

Arswendo dengan bahasa sederhana menuliskan novel kehidupan Barabas secara lengkap sejak sebelum hari penyaliban (Yesus) itu hingga hari-hari akhirnya.

"Sangat asyik diikuti. Terbagi dalam bab-bab kecil yang terdiri atas beberapa paragraf pendek saja dengan gaya penulisan yang menawan,"demikian Penerbit Gramedia Pustaka Utama memberi catatan.

Terlebih, sesungguhnya kisah Barabas sama sekali bukan cerita tentang agama tertentu, melainkan tentang persaudaraan antarmanusia dan kepasrahan pada kasih Allah.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini