Barabas, Novel Terakhir Arswendo yang Segera Terbit

Gabriel Abdi Susanto, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 22:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 19 33 2081248 barabas-novel-terakhir-arswendo-yang-segera-terbit-RXCIfpdL8H.jpg Cover Novel Barabas Diuji Segala Sisi, karya terakhir mendiang Arswendo Atmowiloto. (Foto: IST)

JAKARTA - Mungkin almarhum Arswendo Atmowiloto tak bakal menyangka, novel satu ini bakal menjadi karya terakhir selama hayatnya menghasilkan banyak karya sastra. Novel itu sudah selesai dan akan terbit pada 19 Agustus mendatang.

Sayang, sang maestro keburu dipanggil Hyang Maha Kuasa setelah berjibaku dengan kanker prostat yang diidapnya selama ini. "Judul novelnya Barabas Diuji Segala Segi. Ini sebuah novel tentang pertobatan Barabas, seorang pemberontak yang diselamatkan Yesus dari hukuman mati," ujar Anastasia Mustika W, editor dari penerbit yang hendak memproduksi novel Mas Wendo, begitu pria ini biasa disapa.

Mendiang Arswendo Atmowiloto sebenarnya akan merilis novel terakhirnya pada 19 Agustus 2019. (Foto: Okezone)

Baca juga: Sepak Terjang Arswendo Atmowiloto, dari Jurnalis hingga Keluarga Cemara 

Menurut Anas, begitu sang editor biasa disapa, novel ini diterimanya pada Januari 2019 dan sudah disunting oleh editor freelance bernama Irna Permanasari. Karya yang terinspirasi dari kisah Alkitab ini memiliki 272 halaman dengan ukuran 13,5 x 20 sentimeter.

Sekitar 2.000 eksemplar novel Barabas Diuji Segala Sisi bakal segera diproduksi. Tim produksi hanya tinggal merampungkan sampul buku dengan latar hijau dan huruf serta gambar berwarna kuning itu.  

Cerita singkatnya, Barabas si terpidana mati sekonyong-konyong mendapatkan kebebasan lantaran masyarakat Roma lebih memilih menyalibkan Yesus. Penyamun yang dibesarkan secara liar itu tak pernah tahu Yesus-lah sosok yang akan mengubah jalan hidupnya, atau jalan kematiannya ke jalan hidup.

Barabas Diuji Segala Sisi adalah novel pamungkas Arswendo sebelum kematiannya.

Baca juga: Nunung Srimulat dan Suami Ditangkap Atas Kepemilikan Sabu 

Bagaimana mungkin penjahat kawakan berjulukan Kalajengking Tampan bisa-bisanya melanjutkan hidup dengan menjadi pendoa? Bahkan mengagumi dan mewawancarai langsung Bunda Maria kemudian menuliskannya dengan penuh hormat.

Arswendo dengan bahasa sederhana menuliskan novel kehidupan Barabas secara lengkap sejak sebelum hari penyaliban (Yesus) itu hingga hari-hari akhirnya. 

Barabas Diuji Segala Sisi adalah novel pamungkas Arswendo sebelum kematiannya.

"Sangat asyik diikuti. Terbagi dalam bab-bab kecil yang terdiri atas beberapa paragraf pendek saja dengan gaya penulisan yang menawan,"demikian Penerbit Gramedia Pustaka Utama memberi catatan.

Terlebih, sesungguhnya kisah Barabas sama sekali bukan cerita tentang agama tertentu, melainkan tentang persaudaraan antarmanusia dan kepasrahan pada kasih Allah.

Arswendo Atmowiloto tutup usia pada 19 Juli 2019, sekitar pukul 17.38 WIB akibat kanker prostat yang dideritanya. 
Arswendo Atmowiloto akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang. (Foto: Okezone)
Sebelum dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, keluarga dan sahabat akan mengenang mendiang lewat misa requiem yang akan digelar di Gereja Matius Bintaro, Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/7/2019), sekitar pukul 10.00 WIB.
1
3
BERITA FOTO
+ 9

Pesona Cantiknya Artis Astrid Tiar

Astrid Tiar merupakan seorang pemeran wanita di Indonesia. (Foto: Instagram @astridtiar127)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini