Fakta Film Dua Garis Biru, Diboikot hingga Insiden Injak-Injakan di Bioskop

Susi Fatimah, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 18 206 2080645 fakta-film-dua-garis-biru-diboikot-hingga-insiden-injak-injakan-di-bioskop-6yyATSoMtU.jpg Film Dua Garis Biru (Foto: Instagram)

JAKARTA Film Dua Gari Biru mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang menyaksikan film karya Gina S Noer tersebut.

Menceritakan tentang dua remaja yaitu Dara dan Bima yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan saling jatuh cinta hingga melanggar batas. Sampai akhirnya, Dara dan Bima harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah diperbuatnya.

Namun di balik kesuksesanya, ternyata ada sejumlah kejadian yang mengiringi penayangan Film Dua Garis Biru. Berikut fakta-fakta tentang film Dua Garis Biru seperti dirangkum oleh Okezone. Apa Saja?

1. Diboikot Petisi Online

Film Dua Garis Biru

Film Dua Garis Biru menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen. Ada yang berpendapat film tersebut dapat menjerumuskan remaja pada pergaulanan bebas. Namun beberapa lainnya menilai film tersebut penuh edukasi, agar remaja lebih waspada.

Baca juga: Sinopsis dan Trailer Dua Garis Biru

Sejumlah petisi online muncul untuk menolak film tersebut hingga meminta lembaga sensor film tidak meloloskan film karya Gina S Noer ini. Salah satunya dari Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia.

2. Raih 1 Juta Penonton dalam 1 Minggu

Film Dua Garis Biru

Meski menuai pro dan kontra, nyatanya film ini sukses ditonton di layar bioskop. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama penayangan yang mencapai 178.010 ribu penonton di seluruh bioskop di Indonesia.

Baca juga: Jalin Asmara dengan Nikita Mirzani, Intip Kemesraan Sondang Pratama dengan Istri

Satu minggu setelah tayang, film ini berhasil menembus 1 juta penonton, bahkan masuk box office Indonesia kesembilan di 2019.  

3. Insiden Terjatuh dan Terinjak

Film Dua Garis Biru

Antusiasme para remaja cukup tinggi atas penayangan film ini. Di Pekalongan, para remaja rela berdesak-desakan demi bisa menonton film ini hingga ada yang terjatuh dan terinjak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini