Sambangi Polda Metro Jaya, Atalarik Syach Pertanyakan Kasus Mantan Ibu Mertua

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 12 33 2029007 sambangi-polda-atalarik-syach-pertanyakan-kasus-yang-libatkan-mantan-ibu-mertua-Tk43c5cH7f.jpg Atalarik Syach (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Atalarik Syach kembali menyambangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan perihal kasus pencemaran nama baik yang sempat ia laporkan pada 11 Juli 2018 lalu. Dalam kehadirannya, Atalarik yang ditemani kuasa hukumnya nampak mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.45 WIB.

Saat berada di dalam ruangan selama kurang lebih 1,5 jam, Atalarik nampak ingin mengetahui kejelasan kasus yang sudah hampir 8 bulan tersebut ia laporkan. Apalagi, mengingat kasus pencemaran nama baik ini bisa mengusik kedua putra putrinya yang kini mulai beranjak besar.

Baca Juga:

Intip Apartemen Reino Barack, Ruang Tamu Berjarak 1 Menit ke Kamar Mandi

Foto Kemesraan Gisel dan Wijaya Saputra Tersebar

"Begini, sebenarnya saya punya laporan di Polda sudah hampir satu tahun, cuma menanyakan perkembangannya, mencari jawaban, keadilan, atas berjalannya UU ITE kepada diri saya seperti apa. Lontaran yang pernah diberikan oleh terlapor terhadap saya kan masih beredar di media massa. Alhamdulillah kasusnya masih berjalan," papar Atalarik Syach saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (12/3/2019).

"Kalau melihat kasus saya jangan sebagai Atalarik Syach (publik figur) tapi pandanglah kasus ini untuk kedua putra putri saya," timpalnya.

Lebih lanjut, kuasa hukum Atalarik mengungkapkan bahwa dirinya dan tim telah berkonsultasi dengan pihak penyidik dan menunggu surat keterangan apakah kasus yang dilaporkan kliennya bisa masuk ke dalam Undang-Undang ITE. Sebab, ucapan yang menyakiti hati Atalarik dan dapat mengusik kedua anaknya, dilontarkan oleh terlapor dalam wawancaranya di media.

"Ya makanya itu kita datang kesini, kita mempertanyakan gimana kasus ini. Tadi memang sudah berjalan jadi saksi dari pihak sana dan yang kita laporkan sudah dipanggil oleh penyidik, sudah diperiksa oleh penyidik. Nah tentu ada dari pihak penyidik itu perlu meminta ke Dewan Pers, mempertanyakan hall-hal yang akan dilaporkan. Jadi penyidik ini masih menunggu, apa jawaban dari dewan pers," tutur kuasa hukum Atalarik Syach, Heri Darman.

"Tentu dari penyidik sudah akan meminta ahli bahasa, jadi semua sudah dilakukan oleh penyidik. Penyidik sudah melakukan apa yang dia harus lakukan. Tapi ini masih menunggu dari dewan pers, nanti baru dari sini. Apakah kasus ini masuk ke pidana atau tidak, seperti itu. Ya kan, karena ini bersangkutan dengan media, jadi kan tentu pihak penyidik harus konsultasi ke dewan pers. Karena itu munculnya di media, nah bagaimana dari dewan pers apakah ini ada unsur kesengajaan atau tidak. Jadi disitulah ada kehati-hatian oleh pihak penyidik untuk mengangkat kasus ini," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, tim Atalarik telah melaporkan Silvia Mahrie, ibu kandung mantan istrinya tersebut sejak Juli 2011 lalu. Dalam laporannya 8 bulan lalu, mantan kekasih Vonny Cornelia ini mengungkap bahwa laporan tersebut sengaja dibuat untuk melindungi anak-anaknya. Bahkan Atalarik disebut melaporkan mantan ibu mertuanya lantaran ia menyebut bahwa bintang sinetron Catatan Hati Seorang Istri tersebut bukan manusia.

Pada laporannya Juli lalu, Atalarik beserta tim kuasa hukum mencantumkan dugaan pencemaran nama baik. Pihak terlapor dikenakan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana enam tahun penjara.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini