Share

Alasan Rain dan Kim Tae Hee 'Sembunyikan' sang Putri

Siska Maria Eviline, Okezone · Kamis 21 Februari 2019 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 21 33 2021173 alasan-rain-dan-kim-tae-hee-sembunyikan-sang-putri-7EUIPu0ofo.jpg Rain dan Kim Tae Hee. (Foto: Harper's Bazaar)

SEOUL – Sejak lahir pada 25 Oktober 2017, Rain dan Kim Tae Hee tak pernah memperkenalkan anak perempuan mereka kepada publik. Fans hanya bisa menebak-nebak seperti apa penampakan bocah perempuan yang kini berusia 1 tahun 3 bulan tersebut.

Lalu kenapa Rain dan Kim Tae Hee terkesan pelit mempublikasikan anak mereka? Terkait hal tersebut, Rain akhirnya memberikan penjelasannya saat menghadiri konfrensi pers film Uhm Bok Dong di Seoul, Korea Selatan, pada 20 Februari 2019.

Baca juga: Bikin Banyak Wanita Iri, Kim Tae Hee Malah Lelah Disebut Artis Cantik

“Mungkin kami cukup berbeda dari keluarga lainnya karena aku tak merasa penting mempublikasikan keluargaku. Sekarang ini, dunia sangat mengerikan. Jika kami memperkenalkan dia, bisa jadi semua itu menjadi boomerang bagi kami,” ujar Rain seperti dikutip dari Soompi, pada Kamis (21/2/2019).

Rain menegaskan, dia akan tetap memasang tembok tinggi untuk memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Hal itu, menurut dia, dilakukan untuk melindungi anak dan istrinya. Memiliki keluarga, imbuhnya, tak seharusnya memengaruhi pekerjaannya.

“Aku sangat berhati-hati kalau sudah urusan keluarga. Mungkin, karena aku merasa bersalah atas apa yang terjadi pada ibuku di masa lalu. Ada kesalahpahaman yang mungkin terjadi karena profesiku sebagai seorang selebriti,” kata Rain.

Dengan nada tegas dia mengatakan, “Kau bisa memberitakan apa saja tentangku atau bahkan membuangku. Tapi tak ada satupun orang yang bisa melewati batas yang telah kupasang dan menyentuh keluargaku.”

Permasalahan yang disebut Rain itu adalah soal tuduhan sesorang yang mengatakan sang ibu berutang, pada 1988. Kala itu, ibu Rain masih mengoperasikan sebuah toko kue di Pasar Yong Moon, Seoul.

Baca juga: Jawaban Teuku Zacky Ketika Anak Bertanya soal Tuhan

Sang penuduh mengklaim, ibu Rain meminjam beras senilai KRW17 juta (Rp212,63 juta) dan dana tunai sebesar KRW8 juta (Rp100 juta). Namun Rain menilai, banyak kejanggalan dalam tuduhan tersebut.

Salah satunya saat si penuduh menyebut sang ibu berutang dari tahun 1988 hingga 2004. Padahal, ibunya meninggal dunia pada 2000, karena sakit.*

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini