nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kontroversi Jupiter Fortissimo, Pengakuan Gay hingga Narkoba

Rena Pangesti, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 14 33 2018032 kontroversi-jupiter-fortissimo-pengakuan-gay-hingga-narkoba-u7QTST5U4u.jpg Jupiter Fortissimo (Foto: Okezone)

JAKARTAJupiter Fortissimo seakan tidak pernah kapok dengan hukuman penjara karena keterkaitannya dengan narkoba. Baru saja bebas 7 bulan lalu, Jupiter kembali diringkus dengan kepemilikan sabu beserta alat hisap.

Penangkapan Jupiter Fortissimo dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di kawasan Jakarta Barat, pada Senin 11 Februari 2019. Bersama temannya EA, mereka kedapatan menyembunyikan sabu seberat 0,25 gr di tempat kacamata, beserta bong (alat hisap) dan cangklong.

Atas kepemilikan barang haram tersebut, Polda Metro Jaya kemudian menetapkan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) lebih subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga: Jupiter Fortissimo Beberkan Alasan Pakai Narkoba Lagi

Baca Juga: Gelar Resepsi Pernikahan, Risa Saraswati Siapkan Tempat untuk "Teman Gaibnya"

Sidang Perdana Jupiter Fortissimo

Dari deretan pasal di atas, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menegaskan jika Jupiter Fortissimo bisa dijerat hukuman penjara hingga puluhan tahun. “Hukuman 5 sampai 20 tahun (penjara),” ujar Argo, Kamis (14/2/2019).

Sejak penangkapannya pada Senin lalu hingga saat ini, Jupiter diketahui masih mendekam di Polda Metro Jaya untuk kelanjutan proses hukum.

Sambil menunggu keputusan hukuman yang dijalani Jupiter, tidak ada salah nya jika kita flashback tentang perjalanan hidup bintang film Terowongan Casablanca tersebut.

1. Awal karier, Jupiter pernah dibayar Rp20.000

Jupiter Fourtissimo Jansen Talloga adalah seorang aktor kelahiran Jakarta, 3 Februari 1982. Jos, begitu sapaan akrabnya diketahui memulai karier sejak tahun 1997 sebagai seorang model di majalah remaja dan casting di beberapa production house. Kepada awak media, Jupiter mengaku pernah dibayar puluhan ribu saat merintis karier.

"Zaman-zaman casting, pemotretan, dibayar Rp 20.000. Waktu itu pas jadi coverboy, casting, foto-foto,” tutur Jupiter (23/2/2016).

Perjuangan Jupiter untuk menjadi seorang artis akhirnya terbuka pada tahun 2004 ia berhasil membintangi sinetron di salah satu stasiun tv. Perlahan tapi pasti, tangga kesuksesan diraih olehnya. Tahun 2005 hingga 2009 bisa dibilang menjadi momen kegemilangan seorang Jupiter. Dalam rentan empat tahun itu, ia berhasil membintangi tiga buah sinetron dan terlibat dalam film Terowongan Casablanca (2007).

2. Pengakuan gay dan kisah asmara Jupiter

Kesuksesan Jupiter Fortissimo di dunia entertainment rupanya tidak berbanding lurus dengan perjalanan cintanya. Tahun 2008, ia mengejutkan publik dengan pengakuan sebagai penyuka sesama jenis.

"Aku capek sering ditanya pacaran sama siapa, kapan menikahnya. Makanya aku membuat pengakuan kalau aku adalah gay, supaya lebih tenang,” ujar Jupiter.

Namun bukan karena lingkungan yang membentuknya menjadi seorang gay, melainkan karena Jupiter mengalami pelecehan seksual. “Waktu itu aku masih balita, dan dua pengasuh laki-laki aku yang melakukannya,” jelas Jupiter.

Selain mengalami pelecehan seksual dan berdampak pada dirinya menjadi gay, Jupiter juga pernah mengungkapkan jika sang ayah sempat tak mau mengakui sebagai anak. “Saya dikatakan hasil hubungan di luar nikah, papah kemudian menulis surat diatas materai yang menerangkan jika saya bukan anak beliau,” kata Jupiter (20/7/2013).

Namun tahun-tahun berat akhirnya bisa dilewati oleh Jupiter hingga akhirnya Jupiter bisa kembali merasakan jatuh cinta dengan Sheila Marcia. Sayang, Tidak diketahui secara pasti kapan mereka memulai hubungan. Namun tahun 2009, sudah tidak ada lagi kisah cinta diantara keduanya.

Perjalanan cinta Jupiter berlanjut, ia menemukan sosok Widuri Agesty. Pernikahan mereka bahkan hampir digelar. Namun, Jupiter tersandung kasus narkoba di bulan Mei 2016 saat keduanya ingin melakukan foto prewedding. Hingga akhirnya nasib cintanya juga harus ikutan kandas.

“Pacarannya cuma enam bulan. Enggak cocok sepertinya. Soalnya sebelumnya kami temanan, karena terbawa suasana jadi pacaran. Tapi, pas dijalani enggak cocok," kata Widuri Agesty (9/11/2017).‎‎

3. Jupiter tersandung kasus narkoba

Jupiter Fortissimo diciduk bersama 4 orang lainnya di sebuah tempat karaoke kawasan Jakarta Barat, 10 Mei 2016. Jupiter ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 0,54 gram.

Kepada polisi, Jupiter yang diwakili kuasa hukumnya mengaku telah mengonsumsi narkoba sejak tahun 2013 dengan alasan depresi.

“Membeli itu (narkoba) karena depresi. Soalnya sepi job dan lingkungan teman-temannya juga memakai untuk lari dari masalah, jadi dia ikut-ikutan,” kata Fransisca Indrasari, (8/9/2016).

Jupiter Fortissimo kemudian didakwa dengan hukuman 2,5 tahun dengan menjalani masa rehabilitasi di Lido, Jawa Barat.

Saat menjalani masa hukumannya, Jupiter juga sempat memberikan klarifikasi bahwa ia tidak pernah ditangkap tahun 2008. Hanya saja pada tahun itu ia membuat pengakuan jika sempat menggunakan ekstasi.

"Pertama, saya tidak pernah masuk penjara atau kena kasus hukum tentang narkoba. Justru tahun 2007-2008 itu saya membuat pengakuan, jika pernah menggunakan ekstasi," ungkap ujar Jupiter Fortissimo saat ditemui di Pengadilan Jakarta Barat, Senin (24/10/2016).

4. Bebas, Jupiter sepi job hingga makan nasi dengan penyedap rasa

Juli 2018 menjadi tahun kebebasan bagi Jupiter Fortissimo, sayang kariernya di dunia entertainment tidak secemerlang dulu. Untuk menyambung hidup, Jupiter bahkan sembat berjualan buku selama 7 bulan.

Hanya untuk biaya makan saja, Jupiter bahkan tidak mampu membeli lauk dan hanya bisa mendapatkan uang untuk penyedap rasa. “Kemarin sempat merasakan enggak punya uang, malu juga minta sama keluarga. Kalau makan seadanya, nasi pakai royko,” (27/9/2018).

1 / 2
BERITA FOTO
+ 8

Sidang Perdana Jupiter Fortissimo

Tersangka kasus narkotika Jupiter Fortissimo saat menghadiri sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (8/9/2016). Pada sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini