Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Momen yang Patut Diingat dari Konser Monokrom Tulus

Rena Pangesti , Jurnalis-Kamis, 07 Februari 2019 |04:30 WIB
4 Momen yang Patut Diingat dari Konser Monokrom Tulus
Tulus di Konser Monokrom (Foto: Rajawali Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - Tulus sukses menggelar konser kedelapannya bertajuk Monokrom yang digelar di Istora Senayan, Rabu (6/2/2019). Menandai kesuksesan konsernya, hampir 5.000 tiket terjual habis hanya dalam waktu 3 jam.

Baca Juga: Tulus Hibur 5 Ribu Penggemar di Konser Monokrom

Dalam konser yang digelar selama 2,5 jam itu, Tulus menyanyikan setidaknya 25 lagu yang berasal dari tiga albumnya, yakni Tulus (2011), Gajah (2014) dan Monokrom (2016).

Penggemar Tulus yang hadir tentunya mengingat betul momen-momen keseruan saat konser Monokrom digelar. Mulai dari kisah awal perjuangan, karier, hingga pagelaran konser yang spektakuler.

Okezone sekaligus merangkum 4 momen yang bisa dikenang oleh Teman Tulus, sebutan untuk penggemar penyanyi 31 tahun, dari konser semalam. Berikut rangkuman Okezone:

1. Bakat Musik Tulus Ditemukan Guru SD

Siapa yang menyangka jika bakat bernyanyi Tulus ternyata ditemukan oleh guru SD-nya saat bersekolah di Bukittinggi, Sumatera Barat. Awalnya ia hanya sekadar menyukai lagu lawas yang sering diputar sang ayah. Namun lama kelamaan instingnya terlatih untuk membuat lagu.

"Saya enggak pernah punya mimpi bisa bermusik. Tapi guru kelas 5 saya kasih tahu bahwa saya punya bakat," terang Tulus.

Tulus

2. Hadirkan Papermoon Puppet Theatre

Tulus menghadirkan suasana berbeda dalam konser Monokromnya. Pelantun Gajah ini menghadirkan Papermoon Puppet Theatre atau boneka raksasa dalam lagu Monokrom dan Teman Hidup.

Kehadiran boneka ini menjadi yang kedua dalam konser Tulus setelah sebelumnya disajikan di konser Monokrom di Bandung.

Tulus

"Saya ingin menyampikan pesan bahwa pelaku seni itu mestinya tidak ada batasan ruang. Jadi musik bisa berkolaborasi dengan apapun, teater boneka di sini," kata Tulus.

3. Kolaborasi dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Dalam lagu Sepatu yang dinyanyikan oleh Tulus, pria 31 tahun ini sekaligus memperkenalkan sahabatnya, Rino Reinaldi, seorang pria berkebutuhan khusus dengan talenta luar biasa.

Rino mengiringi Tulus menyanyikan lagu Sepatu di album kedua. Bagi Tulus sendiri, sosok Rino menjadi inspirasi baginya.

Tulus

"Kondisi Rino adalah autistik 'high funcioning' dengan musikalitas yang begitu tinggi. Dia hanya butuh sepersekian detik untuk bisa memahami lagu-lagu saya," kata Tulus seperti yang pernah dituliskan di instagram.

4. Nyanyikan Lagu Daerah Sumatera

Sukses di Jakarta tidak membuat Tulus lupa akan kampung halamannya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Maka dalam konser Monokrom Tulus, ia secara khusus membawakan 4 lagu Minang secara medley. Lagu tersebut adalah Babendi-bendi, Mudiak Arau, Tak Tontong, Dindin Badindin.

"Bagi kalian yang rindu kampung halaman, semoga bisa terobati dengan lagu ini," kata Tulus.

Tulus

Monokrom menjadi konser kedelapan Tulus setelah sebelumnya menggelar konser bertajuk serupa di Bandung. Konser ini menjadi perkenalan lagu-lagu milik Tulus di album ketiganya, Monokrom. Selain ini juga sekaligus sebagai apresiasi dari Tulus kepada penggemarnya yang biasa disapa Teman Tulus.

(LID)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement