Share

Psikolog Sebut Bullying Anak Artis Terjadi karena Ketenaran Orangtua

Annisa Aprilia, Jurnalis · Minggu 20 Januari 2019 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 18 33 2006266 psikolog-sebut-bullying-anak-artis-terjadi-karena-ketenaran-orangtua-FOLH5brpSa.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Akhir 2018 lalu, perhatian masyarakat sempat terfokus pada kasus bullying yang menyeret anak Ussy Sulistiawaty. Tak terima sang putri stres karena dijelek-jelekkan oleh netizen, Ussy pun melaporkan para pembully ke pihak berwajib.

Baca Juga: Bertemu Pembully Anaknya, Ini yang Dikatakan Ussy Sulistiawaty

Kasus bullying yang dialami anak-anak artis belakangan memang menyeruak menyita perhatian masyarakat. Di balik kasus bullying yang terjadi tersebut, muncul pertanyaan adakah hal yang melatarbelakangi netizen untuk membully si anak artis? Atau hanya sekadar iseng dan mencari perhatian?

Menurut psikolog anak dan remaja, Erna Marina Kusuma, M.Psi., C., Ft, artis biasanya selalu menjadi pusat sorotan masyarakat mulai dari gaya berpakaian, makanan, hingga gaya hidup. Tidak dapat disangkal mempunyai orangtua artis akan memengaruhi kehidupan anak juga.

Ussy Sulistiawaty laporkan pembully anaknya

“Seringkali anak artis juga mendapat perhatian yang sama dari masyarakat. Biasanya, masyarakat cenderung mencari hal negatif daripada positif dari keluarga artis tersebut. Adanya kecenderungan ingin memiliki hidup demikian dan iri sosial seringkali menjadi pemicu bully antar anak,” papar Erna Marina Kusuma, M.Psi., C., Ft, psikolog anak dan remaja pada Okezone.

Saat anak mengalami bully, seringkali orangtua atau artis berusaha untuk melindungi anaknya. Salah satu contohnya yang dilakukan oleh Ussy. Dia bahkan melaporkan pembully anaknya ke pihak berwajib.

Serupa dengan sikap yang diambil Ussy, Erna pun menuturkan pernyataan demikian. Orangtua memang perlu mengambil sikap yang bijak untuk melindungi anak, karena bagaimanapun anaknya menjdi sorotan pengaruh dari ketenaran dirinya sendiri.

Cyber Bullying

“Hal yang penting diperhatikan dalam membela anaknya adalah jangan balik menjelekkan atau membully balik, namun lebih baik bersikap netral dan menjelaskan ketidakterimaannya terhadap pembullly-an tersebut,” imbuhnya.

Tak hanya menempuh jalur hukum, para selebriti yang terlibat atau mengalami kasus bullying, kerap kali menutup akun media sosialnya. Erna menjelaskan, menutup akun media sosial tidak selalu jadi solusi, namun cara mengisi konten media sosial yang perlu mendapat perhatian.

Baca Juga: Punya Tato dan Anjing, Evelyn Ngamuk Ditanya soal Agama

“Pengisian foto atau video anak yang dalam kondisi cenderung negatif atau bisa mengarah ke komentar negatif sebaiknya dihindari,” pungkas Erna.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini