nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenangan Catriona Gray di Miss Universe 2018 Picu Pro dan Kontra di Filipina, Ada Apa?

Isnawati, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 23:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 21 33 1994547 kemenangan-catriona-gray-di-miss-universe-2018-picu-pro-dan-kontra-di-filipina-ada-apa-QaTMy27KxX.jpg Catriona Gray. (Foto: Instagram/@catriona_gray)

MANILA – Kemenangan Catriona Gray di ajang Miss Universe 2018, memberikan sukacita besar bagi masyarakat Filipina. Mafhum, ini merupakan kemenangan keempat Filipina dalam ajang yang telah berjalan selama 67 tahun itu.

Kemenangan Catriona Gray sebagai Miss Universe 2018 itu, memicu perdebatan publik Filipina tentang standar kecantikan, kelas sosial, dan ras. Sebagian pihak menilai, Gray tak cukup Filipino (sebutan untuk orang Filipina) untuk mewakili negara yang dipimpin Rodrigo Duterte tersebut.

Baca juga: Terperosok di Backstage Miss Universe, Model Seksi Ashley Graham Alami Luka Ringan

Seperti diketahui, Gray yang lahir dan dibesarkan di Australia, memiliki darah campuran Skotlandia dan Filipina. “Bagiku, Miss Philippines ini (Catriona Gray) hanya terlihat seperti perempuan Kaukasian cantik lainnya dengan kulit lebih gelap,” kicau pengguna Twitter, Friar Stephanos Pedrano.

Dia menambahkan, “Kontes kecantikan internasional itu hanya mempromosikan dan menjadikan fitur Kaukasian sebagai ‘standar’ kecantikan.”

Sementara netizen Filipina lainnya, Nina Loleng mengatakan, tetap bangga dengan kemenangan Catriona Gray. Meski begitu, dia berharap, Filipina bisa mengirimkan perwakilan yang lebih bernuansa ‘pribumi’ ke ajang itu tahun depan.

“Dia (Catriona Gray) cantik berdasarkan standar kecantikan Barat. Tunjukkan padaku perempuan (Filipina) dengan hidung pesek, kulit gelap, dan rambut keriting,” ujar Nina Loleng.

Sementara pengguna Twitter lainnya, Kuyachris mengungkapkan, keberadaan Catriona Gray semakin mengaburkan keberadaan kelas sosial dan ras di Filipina. Dia menunjuk berbagai papan iklan di Manila yang mempromosikan produk pemutih kulit yang disebut sebagai ‘kulitnya orang kaya’.

“Ketika kelas sosial dihubungkan dengan warna kulit. Semua ini membuat kau akan dipandang rendah ketika warna kulitmu lebih gelap,” ujar Kuyachris dalam unggahannya.

Selain Filipina, tiga negara Asia lainnya: Jepang, Thaildand, dan India, juga pernah memenangkan gelar Miss Universe. Namun kemenangan mereka tak menimbulkan pro dan kontra, karena sebagian besar bukan warga keturunan.

Baca juga: Ulang Tahun, Putri Ashanty Dapat Kado Mahal dari Krisdayanti

Pada akhirnya, publik mempertanyakan, layakkah Catriona Gray mewakili kecantikan masyarakat Asia apabila tampilan fisiknya terlalu ‘bule’? Bagi pengguna Twitter lainnya, Dela Torre, kemenangan itu tak perlu diperdebatkan.

“Aku pikir, standar Eurocentric merupakan bagian dari masalah yang dihadapi masyarakat Filipina setiap hari. Itu bukan hal yang menjadi besar, hingga kemudian Catriona Gray memenangkan Miss Universe,” ujarnya.*

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini