nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Mistis Makam Suzanna, Misteri Kain Biru hingga Wangi Dupa

Rena Pangesti, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 19:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 15 33 1964401 cerita-mistis-makam-suzanna-misteri-kain-biru-hingga-wangi-dupa-L0xDCGNdXi.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA – Luna Maya tengah melakukan napak tilas di makam sang ratu horror, Suzanna yang bertempat di Magelang, Jawa Tengah. Pada momen tersebut akhirnya terungkap beberapa kejanggalan mistis di makam tersebut.

Dalam rangka memperingati kelahiran sekaligus wafatnya mendiang Suzanna, Luna Maya bersama Clift Sangra melakukan sederet perjalanan untuk kembali mengenang sosok Suzanna. Pada perjalanan mereka di makam bintang film era 60-an tersebut, Luna Maya pun sempat melihat kejanggalan dimana tidak ada tanggal wafat dari sang almarhumah. Padahal diketahui dari Clift, Suzanna meninggal pata 15 Oktober 2008.

Selain itu, pada makam tersebut juga ada dua nama lainnya yaitu putra sulungnya, Ari Adrianus dan ibundanya Irene Beatrix Van Osch, di TPU Giriloyo, Kota Magelang, Jawa Tengah.

(Baca juga: 5 Film Horor Suzanna yang Melegenda)

"Ini anak pertama Suzanna yang meninggal dibunuh. Ini dipindahkan di sini sama Suzzanna," ucap Clift dalam tayangan di RCTI pada Senin (15/10/2018).

Selain tidak ada tanggal wafat, para penjaga di sekitar pemakaman TPU Giriloyo juga tidak jarang menemukan hal aneh hingga berbau mistis disekitaran bintang film Malam Jumat Kliwon tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Mei, yang mengaku pernah dimimpikan oleh sosok Suzanna. Pada mimpinya itu, almarhumah kemudian memberikan sehelai kain berwarna biru.

(Baca juga: Napak Tilas, Luna Maya Merasakan 'Kehadiran' Almarhumah Suzanna)

“Saya didatengin mimpi tiga kali. Disitu beliau cuma bilang minta tolong. Saya bingung minta tolong apa. Di malam ketiga dia lemparin saya selendang biru. Terus pas paginya itu selendang udah ada di makam beliau,” papar Mei.

Lain Mei lain pula yang pernah dialami oleh Parno, penjaga makam di sana. Parno menceritakan jika banyak orang berdatangan yang menaruh dupa sambil berdoa. Seolah meminta sesuatu di makam tersebut.

“Memang kalau malam tuh ada yang nyekar gitu. Pakai dupa-dupa itu tapi malam aja datang sengaja gitu ke sini, enggak tahu dari mana gitu. Apalagi malam Jumat itu ada yang tengok pasti," ucap Parno.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini