nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringatan 1000 Hari Kepergian Didi Petet, Pemain Preman Pensiun Kenang Hal Ini

Hambali, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 06:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 15 33 1951010 peringatan-1000-hari-kepergian-didi-petet-pemain-preman-pensiun-kenang-hal-ini-vl48nF67pD.jpg Pemain Preman Pensiun (Foto: Hambali/Okezone)

Tangerang Selatan - Sejumlah pemain sinetron Preman Pensiun berkumpul memperingati 1000 hari kepergian almarhum Didi Widiatmoko alias Didi Petet di kediamannya, Jalan Bambu Apus Nomor 76, Sasak Tinggi, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (15/9/2018).

Baca Juga: Persiapan Lahiran Anak, Chicco Jerikho Ikut Kelas Persalinan

Mereka yang hadir antara lain Epy Kusnandar yang berperan sebagai Kang Mus, Denny Firdaus sebagai Kang Murad, Ica Naga Firmansyah selaku Kang Pipit, Andra Manihot sebagai Kang Dikdik, M. Jamasari sebagai Gobang, Fajar Khuto yang memerankan Kang Ujang, Abenk Marco Capallera sebagai Cecep, Kristiano Purwo sebagai Bohim, Mang UU, dan Sandi Tile sebagai Amin.

Epy Kusnandar tak kuasa menahan haru, saat dia menceritakan bagaimana masa-masa menjalani persiapan syuting di pendopo rumah Didi Petet. Kenangan itulah yang kemudian menjadi inspirasi baginya meminta pendopo rumah sebagai lokasi mengenang 1000 hari almarhum hari ini.

1000 hari meninggalnya Didi Petet

"Kita ini adalah murid-muridnya beliau (almarhum Didi Petet), sengaja kita lakukan di ruang serbaguna ini, agar kita merasakan betul kehadiran beliau di samping kita. Karena sumber ceritanya ada di sini, saya terkenang dengan adegan saat itu, di kursi itu, di tembok ini," ucapnya saat membuka acara tersebut.

"Nanti setelah sejuk (sore), baru kita lanjutkan untuk berziarah ke makamnya, agar kita tak salah langkah kedepannya, kita tetap hidup sebagai sebuah keluarga," tambah Epy.

Dengan mata berkaca-kaca, Epy pun menuturkan bagaimana almarhum Didi Petet pernah berpesan kepadanya dalam suatu syuting, bahwa jika ada suatu masalah ataupun pertanyaan, maka hal itu harus selesai dan dibereskan olehnya.

"Adegannya cuma ngobrol, sambil menundukan kepala, itu sangat berkesan sekali buat saya," jelasnya lagi.

1000 hari meninggalnya Didi Petet

Berbeda lagi cerita dari Denny Firdaus, pria berperawakan sangar yang memerankan sebagai Kang Murad 'Preman Pensiun'. Dia mengenang almarhum Didi Petet sebagai sosok yang mampu mendorong dirinya menapaki tangga kehidupan ke arah yang lebih baik.

Dia bercerita, saat awal-awal ditawari syuting bermain sinetron Preman Pensiun sempat menolak, lantaran tak percaya jika dirinya yang pernah bergelut dalam dunia preman bisa masuk televisi.

"Dulu waktu awal saya sempat menolak, karena enggak percaya bisa masuk TV. Waktu itu saya memang mengagumi Kang Epy, saya nggak pernah lihat langsung, tapi setelah diajak ke hotel membahas tawaran syuting, di sana bertemu Kang Epy, Kang Dedi (almarhum), senangnya bukan main, bisa ketemu langsung, diberi pencerahan. Dari situ saya mulai terinspirasi dan akhirnya bersedia main di sinetron ini," tutur Denny dengan logat asli Sunda-nya.

Hampir semua pemain yang hadir mengutarakan masa-masa saat bermain sinetron bersama almarhum Didi Petet. Ada kenangan tersendiri yang mereka alami, walaupun pada kesimpulannya seluruh pemain menginginkan agar keluarga dalam sinetron Preman Pensiun terus eksis dan menjaga semangat kekeluargaan yang telah terbina.

1000 hari meninggalnya Didi Petet

"Saya bermain di Preman Pensiun itu secara tak sengaja, waktu itu ketemu Kang Epy di Depok, lalu casting di Bandung, dan ternyata lolos. Setelah bermain dan tayang di televisi, ada kebanggaan yang besar sekali dari bapak saya, ketika itu masih hidup. Bapak kalau kemana-mana selalu membawa foto saya dan bangga menceritakan kepada teman-temannya. Sehingga saya baru merasakan jika sinetron ini memiliki nilai tersendiri bagi keluarga dan orang tua saya," ujar Kang Dikdik.

Sementara, Uce Sriasih, istri mendiang Didi Petet, berharap agar keluarga besar sinetron Preman Pensiun terus menjaga silaturahmi dan tak jemu melahirkan karya-karya. Sebagaimana hikmah yang diajarkan oleh almarhum suaminya, bahwa hanya dengan berkarya orang itu akan selalu hidup (dikenang).

"Pak Didi (Almarhum), sering sampaikan, bahwa jika ingin nama kita diingat semua orang, ya kita harus berkarya. Mudah-mudahan kita bisi meneruskan apa yang beliau harapkan," tukasnya.

Baca Juga: Cerita Kerepotan Pinkan Mambo Urus 6 Orang Buah Hatinya

Acara mengenang 1000 hari almarhum itu pun ditutup dengan doa bersama. Selanjutnya seluruh pemain yang hadir berangkat bersama-sama ke makam Didi Petet di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini