nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelar Pameran Seni, Cara Andien Peduli Anak-Anak Difabel

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 28 Agustus 2018 19:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 28 33 1942716 gelar-pameran-seni-cara-andien-peduli-anak-anak-difabel-Vwit1oGxRg.jpg Andien (Foto: Sarah/Okezone)

JAKARTA - Andien Aisyah turut terlibat dalam pameran Warna-Warna yang diadakan di Dia.Lo.Gue Art Space kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Saat ditemui awak media, ia pun menceritakan bagaimana awal mula keterlibatannya pada acara tersebut.

"Yang melatarbelakangi pameran hari ini adalah ketika Warna-Warna belum diluncurkan," ujar Andien Aisyah saat ditemui di Dia.Lo.Gue kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018).

"Waktu itu lagu Warna-Warna punya pesan mengenai perspektif bagaimana sebagai manusia itu punya perubahan perspektif dari waktu kecil, remaja, sampai nantinya. Sehingga sebuah objek yang selalu sama tapi punya perspektif beda," tambahnya.

Andien Bawakan Sejumlah Lagu Andalannya di Java Jazz Festival 2018

(Baca Juga: Isi Job hingga Karanganyar, Denada Mohon Doa untuk Kesembuhan Putrinya)

(Baca Juga: Cerita Andien Aisyah saat Temui Langsung Korban Gempa di Lombok)

Setelah itu, pelantun lagu Belahan Jantungku tersebut dipertemukan dengan salah satu anak berkebutuhan khusus dan berkesempatan untuk mendatangi tempat di mana mereka menempuh pendidikan, yakni ATC Widyatama.

"Lalu aku ketemu ATC Widyatama itu lembaga pendidikan untuk anak-anak difabel. Aku cerita dapat CD dari mereka untuk ketemu langsung, dan aku takjub. Ini campaign dengan anak-anak berkebutuhan khusus untuk melihat dunia dengan berbeda, untuk menyatakan kepedulian mereka terhadap anak-anak berkebutuhan khusus," papar Andien Aisyah.

Album Ketujuh Andien

Ketika berkunjung di sana, Andien Aisyah merasa takjub ketika melihat karya-karya yang ditunjukkan oleh anak-anak tersebut. Oleh sebab itu, ia menjadikan Pameran Warna-Warna sebagai salah satu wadah untuk mengampanyekan kalau anak-anak difabel mampu berkarya dengan perspektif mereka masing-masing.

"Mereka bilang anak mereka enggak mampu, enggak bisa melakukan yang orangtuanya harapkan. Anak-anak ini punya perspektif yang beda. D isitu kan ngobrol sama Warna-Warna, kenapa enggak persembahkan untuk mereka. Itu pertama kali tercetus ide buat Pameran Warna-Warna," tutupnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini