Kasus Video Porno Ariel, Luna Maya dan Cut Tari Kembali Naik ke Permukaan, Ini Alasannya

Alan Pamungkas, Jurnalis · Jum'at 03 Agustus 2018 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 03 33 1931342 kasus-video-porno-ariel-luna-maya-dan-cut-tari-kembali-naik-ke-permukaan-ini-alasannya-5vbMOQEOpN.jpg Ariel Noah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus video porno Ariel, Luna Maya dan Cut Tari kembali naik kepermukaan. Padahal kasus tersebut terjadi pada tahun 2010.

Ariel sendiri telah divonis akibat tersebarnya video tersebut. Ariel divonis tiga tahun enam bulan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada 31 Januari 2011. Ariel terbukti melanggar Pasal 29 juncto Pasal 4 UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Kini sewindu sudah kasus itu dilupakan kembali heboh. Dia adalah Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ariel, Luna dan Cut Tari

(Baca Juga: Mesra Banget, Begini Gaya Olahraga Ganindra Bimo dan Andrea Dian yang Bikin Baper)

(Baca Juga: Sebulan Dibui, Uya Kuya Sebut Reza Bukan Lebih Gemuk)

Dalam gugatannya, LP3HI meminta agar polisi menghentikan kasus tersebut. Pasalnya, hingga saat ini Cut Tari dan Luna Maya masih berstatus tersangka. Pemohon juga berharap polisi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3)

"Menyatakan secara hukum para termohon telah menghentikan penyidikan secara sah dan berdasar hukum terhadap tersangka Cut Tari Aminah Anasya binti Joeransyah M. dan Luna Maya Sugeng," demikian bunyi salinan gugatan dalam berkas dakwaan yang ditunjukkan Achmad Guntur, Jumat (3/8/2018).

Ariel, Luna dan Cut Tari

Sementara itu Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho menjalaskan jika Luna Maya dan Cut Tari adalah korban ketidakpastian hukum.

"Namun hingga saat ini kasus Luna Maya dan Cut Tari belum pernah disidangkan dan tidak ada kejalasan prosesnya apakah diteruskan atau dihentikan alias mengambang tanpa kepastian.

Atas ketidakjelasan tsb, Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia ( LP3HI ) menggugat Praperadilan melawan Kapolri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dg register nomor perkara 70/Pid.Prap/2018/PN.JKT.SEL dan sidang sudah berlangsung agenda pembuktian dan hari ini Kamis tgl 2 Agustus 2018 agendanya kesimpulan," jelas Adi.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini