Lewat Film, Maxime Bouttier Sampaikan Dampak Buruk dari Bullying

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 13:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 09 206 1919838 lewat-film-maxime-bouttier-sampaikan-dampak-buruk-dari-bullying-j7jPAWP2hz.jpg Maxime Bouttier (Foto: Instagram)

JAKARTA - Persekusi atau bully memang kerap terjadi diberbagai lingkungan. Dampaknya begitu besar bagi si korban.

Kisah korban bully pun banyak diangkat menjadi sebuah film, salah satunya adalah Serendipity yang diangkat dari novel dengan judul yang sama.

Maxime Bouttier sebagai salah satu pemeran utama menceritakan kalau film yang bergenre drama tersebut lebih mengedepankan soal bully, serta berbagai kabar tidak benar atau hoax yang terjadi di sekolah.

Maxime Bouttier

"Menceritakan drama antara tiga karakter Rani, Gibran, dan Arka. Basic story-nya drama itu, tapi yang paling kita mau kasih lihat itu tentang bullying dan gimana gosip itu bisa ke mana-mana dan bisa berubah. Bullying, hoaxing, dan drama percintaan," ujarnya saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Dalam film tersebut, kekasih Prilly Latuconsina ini berperan sebagai Gibran. Gibran sendiri merupakan sosok yang akan selalu membantu siswa di sekolahnya yang menjadi korban bully, yakni Rani yang diperankan oleh Maria De Jongh.

"Karakter aku memang kontroversi. Dia suka banget hal yang bertolak belakang ya dua-duanya itu. Dia akan bantu orang bullying tapi mungkin dengan cara kotor," ungkap Maxime Bouttier.

"Gibran itu mau kasih lihat sisi jeleknya kalau dibully seperti apa. Dia enggak peduli dengan apa yang orang pikir dan bilang. So he doesn't care. Itu adalah Gibran," tambahnya.

Maxime Bouttier

Oleh sebab itu, dalam film tersebut pria yang berasal dari Perancis ini ingin memperlihatkan bagaimana dampak dari bully yang kerap menyerang seorang remaja atau siswa di sekolah.

"Untuk kendala sih mungkin sisi kontroversinya gimana kita bisa kasih lihat messsage, bullying itu yang selalu terjadi sekarang ya. Pesan itu dengan cerita remaja. Mungkin itu kendalanya di cerita," tutup Maxime Bouttier.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini