Bicara soal Perbudakan Dikritik Netizen, Ini Jawaban Kanye West

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Rabu 02 Mei 2018 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 02 205 1893768 bicara-soal-perbudakan-dikritik-netizen-ini-jawaban-kanye-west-aVHLN2Zo1V.jpg Foto: Getty Image

LOS ANGELES - Dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, Kanye West menyinggung masalah perbudakan yang terjadi di Amerika. Menurutnya, perbudakan yang selama 400 tahun tersebut seakan sebuah pilihan bagi kaum hitam.

Sontak saja, para warganet pun terkejut dengan apa yang dilotarkan oleh Kanye. Ada yang berkomentar postif, namun tak sedikit juga yang menghujatnya terkait komentar yang dia berikan.

(Baca juga: Kanye West Akui Kecanduan Obat Penenang, Ada Apa)

Melihat banyaknya tanggapan dari warganet, Kanye West pun segera memberikan keterangan. Melansir dari laman NME, Rabu (2/5/2018), dia melakukan keterangan melalui akun Twitter pribadinya.

"Kita perlu melakukan diskusi terbuka dan mengeluarkan ide-ide tentang rasa sakit yang belum diselesaikan, untuk membuat diriku jelas. Tentu saja saya tahu bahwa budak tidak dibelenggu dan ditaruh di perahu berkat kehendak mereka,” tulis Kanye.

“Maksud saya adalah agar kami tetap berada di posisi itu meskipun jumlahnya di pihak kami berarti kami secara mental diperbudak,” tambahnya.

 

Dalam postingan tersebut, Kanye West pun membandingkan dirinya dengan Willie Lynch, seorang pemilik budak yang memberikan pidato bagaimana dia telah mengendalikan budak berkulit hitam.

“Mereka memotong lidah kami sehingga kami tidak bisa berkomunikasi satu sama lain. Saya tidak akan membiarkan lidah saya dipotong. Mereka menggantung orang-orang yang paling kuat untuk memaksa rasa takut ke orang lain. Mereka tidak bisa lagi menghentikan suara kami,” kata dia.

(Baca juga: Kanye West Cari Inspirasi ke Gunung untuk Album Baru)

Kanye West juga tak luput membandingankan dirinya dengan aktifis penghapusan perbudakan Harriet Tubman dan budak pemberontak Nat Turner. “Kami diprogram untuk selalu berbicara dan melawan masalah ras. Kami perlu memperbarui percakapan kami," sambungnya.

Tak ketinggalan, Kanye West pun menyebutkan alasannya menyinggung masalah perbudakan yang terjadi selama 400 tahun di Amerika.

“Alasan mengapa saya mengangkat titik 400 tahun adalah karena kita tidak dapat di penjara secara mental selama 400 tahun lagi. Kita membutuhkan pemikiran bebas sekarang. Bahkan pernyataan itu adalah contoh pemikiran bebas. Itu hanya sebuah ide,” jelasnya

"Sekali lagi saya diserang karena menyajikan ide-ide baru. Saya belum pernah mendengar tentang kelas sekolah menengah yang menyajikan ide-ide masa depan," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini