Sekadar informasi, kini Gibson dikabarkan memiliki utang sebesar USD100 juta hingga USD500 juta (sekira Rp1,4–6,9 triliun). Utang ini tersebar ke 26 perusahaan, seperti Rosewood dan beberapa lini bisnis lainnya.
Akan tetapi, Gibson tampaknya tidak akan benar-benar "mati" dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan beberapa bisnis sampingan mereka, seperti Epiphone, Kramer, Steinberger, Dorbo, dan Baldwin diharapkan bisa menarik para penggemar musik.
"Nama Gibson identik dengan kualitas, dan apa yang kita lakukan hari ini akan memungkinkan generasi mendatang merasakan suara, desain, serta keahlian yang tak tertandingi di setiap produk Gibson," tegas Juszkiewicz.
(han)