nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bela Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet: Ini Sidang Politik, Sangat Buruk!

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 12:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 33 1887639 bela-ahmad-dhani-ratna-sarumpaet-ini-sidang-politik-sangat-buruk-KrJFpHpjDD.JPG

JAKARTA - Dukungan terus mengalir untuk Ahmad Dhani yang pada 16 April 2018 menghadiri sidang perdana kasus ujaran kebencian. Selain didampingi dua anaknya, Al dan Dul, Dhani juga mendapat dukungan dari aktivis Ratna Sarumpaet. Dirinya ikut hadir menyaksikan sidang Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ratna Sarumpaet memberikan komentar terhadap proses hukum yang harus dijalani Ahmad Dhani. Baginya, kasus ujaran kebencian yang melibatkan Dhani sarat akan kepentingan politik.

"Poinnya adalah secara hukum tidak ada gunanya, secara hukum melanggar apa? Yang di sini dihinakan adalah demokrasi. Ini adalah sidang politik, ini sangat buruk sebenarnya," kata wanita yang juga ibu kandung Atiqah Hasiholan.

Baca Juga: Kerja Lagi Sehari Pasca Ibu Meninggal, Lucinta Luna Banjir Kritik Warganet

Baca juga: Berhasil Pose Bareng Via Vallen, Raditya Dika Incar Nella Kharisma


Lebih lanjut, Ratna Sarumpaet juga mempertanyakan keputusan kejaksaan yang menyidangkan kasus Ahmad Dhani. Menurut Ratna, penistaan agama merupakan bagian dari tindak pidana. Dia merasa tidak ada yang salah dengan perbuatan Dhani.

"Sekarang saya mau tanya sama kamu, yang dituduhkan pada Dhani pendukung penista agama layak diludahi. Besok saya mau bikin statement seorang pendukung koruptor layak diludahi atau ditangkap. Atau seorang pendukung bandar narkoba layak diludahi, bagaimana itu? Mikir dong, kok enggak malu sih," jelas dia.

Terakhir, Ratna Sarumpaet juga menyayangkan sikap kejaksaan yang dia nilai kurang cermat dalam menganalisa perkara. Ratna berpendapat, kejaksaan seharusnya lebih peka saat menerima berkas kasus ujaran kebencian yang sarat akan unsur politik, seperti yang dialami Ahmad Dhani.

"Ini enggak ada masuk ke mana-mana. Harusnya yang menjaga kita dari kasus-kasus yang dipolitisasi ya JPU (Jaksa Penuntut Umum)," tandasnya.

Ahmad Dhani terseret kasus ujaran kebencian usai cuitannya di akun Twitter dipolisikan pada Maret 2017. Kala itu, Dhani dilaporkan Jack Boyd Lapian atas tuduhan pelanggaran UU ITE. Dia dikenakan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) dan ditetapkan sebagai tersangka pada November 2017.

 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini