Share

Hakim Tolak Dhea Annisa Jadi Saksi di Persidangan Kasus Dugaan Penggelapan

Sarah Hutagaol, Okezone · Senin 09 April 2018 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 09 33 1884242 hakim-tolak-dhea-annisa-jadi-saksi-di-persidangan-kasus-dugaan-penggelapan-uOHRxKr6vJ.jpg Dhea Annisa (Foto: Instagram/@deaaannisa)

JAKARTA - Kasus dugaan penggelapan barang berupa kamera yang dilakukan salah satu jasa ekspedisi terhadap Dhea Annisa masih berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang kali ini beragendakan kesaksian dari pihak penggugat.

Baca Juga: Kamera Hilang, Ini Alasan Dhea Annisa Seret Jasa Ekspedisi ke Pengadilan

Namun, Dhea yang berencana akan menjadi saksi pada persidangan kali ini batal dilakukan. Henry Indraguna selaku kuasa hukum menjelaskan kalau kliennya batal bersaksi dikarenakan masih terdapat hubungan darah dengan pihak penggugat yakni sang ibunda, Masayu Chairani.

Batalnya Dhea menjadi saksi tak menjadi penghalang untuk jalannya persidangan. Pihak penggugat pun telah menyiapkan dua orang saksi yang diterima oleh hakim, yakni pamannya yang bernama Diyat dan Samsyul selaku orang suruhan yang mengirim barang tersebut.

"Kalau saksi ditolak hakim itu memang betul, hubungan sedarah tidak bisa jadi saksi," ujar Henry Indraguna saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018).

"Tapi kami memohon kepada yang mulia agar dihadirkan supaya bisa membuka fakta sebetulnya. Tapi kalau ditolak ya enggak apa-apa, kan ada saksi-saksi lain. Kami sudah hadirkan 2 saksi, dan minggu depan 2 saksi lagi," paparnya.

Wanita 22 tahun tersebut pun merasa kecewa saat dirinya tidak diperbolehkan untuk menjadi saksi. Hal itu dikarenakan ia merasa mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya.

"Ya kecewa sih sebenarnya, karena aku yang ada di situ saat mama nyuruh om Diyat untuk kirim kamera, jadi tahu kejadiannya. Kecewa sih sebenarnya. Talau sudah peraturannya mau gimana lagi," ungkap Dhea.

Baca Juga: Sibuk Bekerja, Alasan Dhea Annisa Putus Hubungan denga Pria Bule

Seperti diketahui sebelumnya, Dhea telah melaporkan pihak jasa ekspidisi barang sejak November 2017 karena diduga telah menggelapkan barang berupa kamera yang bernilai Rp228 juta. Sejumlah sidang telah dilakukan sejak akhir tahun lalu.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini