nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenang Chrisye, Legenda Musik Tanah Air yang Bercahaya

Agregasi Kamis 05 April 2018 09:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 05 205 1882357 mengenang-chrisye-legenda-musik-tanah-air-yang-bercahaya-AfnLafVkkX.png Chrisye

JAKARTA - Siapa tidak kenal Chrisye? penyanyi legendaris yang namanya masih terngiang hingga saat ini. Bahkan namanya pernah dijadikan film.

- Baca Juga: Lagu Chrisye Ternyata Jadi Soundtrack Kisah Cinta Vino G. Bastian dan Marsha Timothy

Dilansir Sindonews, meski telah 11 tahun berlalu ia wafat, nama serta karya monumentalnya seperti tak pernah pudar ditelan zaman dari belantika musik Indonesia karena selalu memberikan goresan kenangan tersendiri bagi penggemarnya.

Sejauh ini, tak ada musisi lain yang menyamai catatan prestasi dan karyanya sebagai musisi dalam kurun satu dekade terakhir. Lewat torehan 31 album termasuk dengan Guruh Gipsy, 21 album studio, dan sembilan album kompilasi, memang membuatnya layak menyandang predikat sebagai legenda musik Tanah Air.

Spirit bermusik solois yang lahir dengan nama Christian Rahadi di Jakarta pada 16 September 1949 ini seolah terus hidup.

Dari berbagai sumber, perjalanan karier sebagai musisi mulai dirintis pada dekade1960-an, dimana Chrisye pun bergabung menjadi anggota band bernama Sabda Nada yang kemudian berganti nama menjadi Gipsy.

Singkat cerita, Chrisye sempat pergi ke New York untuk bermusik. Sekembalinya ke Indonesia, dia membuat album Guruh Gipsy bersama bandnya dan Guruh Soekarno Putra pada 1976.

Meski masuk ke dunia musik lewat bermain bass, karier bernyanyi dan kepopuleran Chrisye di jagat musik pop terjadi ketika pada 1977 dia menjadi penyanyi lagu Lilin-Lilin Kecil karya James F. Sundah di ajang Lomba Cipta Lagu Remaja 1977 yang dibuat oleh Radio Prambors. Lewat Lilin-Lilin Kecil, nama Chrisye pun melambung.

Setelahnya, bersama Yockie Suryo Prayogo sebagai pengarah musik, Chrisye merilis album debutnya, Jurang Pemisah (1977). Di tahun yang sama, kembali bersama Yockie dan juga Eros Djarot, dia juga terlibat dalam proyek soundtrack film Badai Pasti Berlalu.

Karier bermusik Chrisye kian meroket dari tahun ke tahun. Dia termasuk musisi yang selalu relevan dari zaman ke zaman. Dia telah melewati berbagai dekade dan tetap bertahan di putaran zaman dari masa ke masa.

Salah satu yang membuatnya tetap relevan adalah kolaborasi yang dia lakukan seiring perkembangan zaman.

Chrisye bukan hanya berkolaborasi dengan musisi yang muncul di era sama dengannya, namun juga musisi pendatang baru yang tengah naik daun pada masa itu. Sebut saja. Eross 'Sheila on 7' Chandra, Ahmad Dhani, Peterpan (kini Noah), Project Pop, hingga Naif.

Inilah yang membuatnya tetap dikenang banyak orang. Karyanya pun menjadi abadi karena masih bisa terus dinikmati meski zaman telah berganti.

Bahkan, banyak penyanyi muda tertarik memperkenalkan kembali Chrisye melalui lagu yang diaransemen ulang dengan karakter penyanyi maupun grup band tersebut.

Sebut saja nama penyanyi muda bertalenta yang meng-cover lagunya seperti Vidi Aldiano dengan lagu Aku Cinta Dia, Afgan (Panah Asmara), D’Masiv (Pergilah Kasih), Sandhy Sondoro (Anak Jalanan) hingga GAC (Galih dan Ratna).

Sepanjang hidupnya, Chrisye memang mendedikasikan diri untuk bermusik. Bahkan, sakit pun tak menghalanginya untuk terus mengeluarkan karya terbaru.

Pada 2005, Chrisye dinyatakan mengidap kanker para-paru stadium empat. Seakan tidak ingin menyerah pada keadaan, dia merilis "Chrisye By Request" (2006) dan "Chrisye Duet by Request" (2006). Perjalanan panjang sang musisi berakhir pada 30 Maret 2007. Akan tetapi karya-karya yang dia hasilkan masih terkenang hingga kini.

Kepopuleran dan rekam jejak prestasinya sebagai penyanyi pun coba dihadirkan kembali lewat berbagai bentuk medium untuk lebih mengenal sekaligus mengenang penyanyi bersuara dan bergaya khas ini.

Bermacam karya buku misalnya, ada sejumlah karya tulis yang lahir dari kenangan serta rasa ingin tahu terhadap sosok Chrisye terutama generasi saat ini. Diantaranya; Chrisye: Sebuah Memoar Musikal dan The Last Words of CHRISYE (Alberthiene Endah), Chrisye Kesan di Mata Media, sahabat dan Fans dan 10 Tahun Setelah Chrisye Pergi: Ekspresi Kangen Penggemar (Nini Sunny).

Tak hanya itu, sebelas tahun Chrisye berpulang, tak terhitung banyaknya gelaran konser dan tribute yang memang sengaja dihelat untuk mengenangnya.

- Baca Juga: Rindu, Istri Kenang Momen Pesta Ulang Tahun Chrisye

Klimaksnya, film biografi Chrisye karya MNC Pictures yang dibintangi oleh aktor Vino G Bastian sedikit banyak memberikan gambaran sosok sederhana nan bersahaja sang legenda musik tanah bak lilin kecil yang memberikan cahaya tak hanya bagi keluarganya namun juga industri musik pada waktu itu.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini