Maudy Koesnaedi Rasakan Pukulan Roy Marten Sebenarnya di Film Do(s)a

Nadya Rima Damayanti , Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 08:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 29 206 1879470 maudy-koesnaedi-rasakan-pukulan-roy-marten-sebenarnya-di-film-do-s-a-PIxtmqstp6.jpg

JAKARTA – Terbiasa dengan karakter yang penuh drama dalam beberapa film dan sinetron, aktris cantik Maudy Koesnaedi kini menjajal genre action. Lewat mini seri bertajuk Do(s)a yang melibatkan 3 negara di Asia tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura ini, Maudy Koesnaedi berkesempatan beradu akting dengan aktor dan aktris dari mancanegara, diantaranya Roy mArten Hannah Al Rashid, Reuben Elishama, Ashraf Sinclair, Remy Ishak, Shenty Feliziana, dan masih banyak lagi.

"Ini juga peluang yang besar buat saya, kesempatan yang sangat menyenangkan dapat bekerjasama dengan Mas Ifa, Mas Haris, Mas Salman. Yang paling penting buat saya adalah biasanya karakter yang saya terima yang sedih-sedih tapi di sini mendapat kesempatan yang berbeda" ungkap Maudy Koesnaedi ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, (28/3/2017).

Dalam film besutan sutradara Ifa Isfansyah ini Maudy memerankan istri dari seorang mafia. Ia juga diberi keempatan untuk memegang pistol dan merasakan keseruan huru-hara film action yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dalam Do(s)a, istri dari Erik Meijer ini mendapat adegan berkelahi.

(Baca Juga: Penuh Aura Ketegangan, Begini Reaksi Pemain dan Kru saat Nobar Dia Yang Tak Terlihat)

(Baca Juga: Pusing Pikirkan Judul Skripsi, Yunita Siregar Kesampingkan Urusan Asmara)

"Dipukul sama ini nih (menunjuk roy martin). Suamiku sampai gak tega loh liat fotonya di pukul gitu. Haha...menyenangkan sih karena belum pernah dan rasanya tertantang dikasih kesempatan seperti ini, jadi gak bosen dengan karakter yg itu-itu terus," ungkap ibu dari Eddy Maliq Meijer tersebut.

Ia menambahkan, "Saya mencoba memberikan yang terbaik dari kekmampuan yang saya punya walau cuma selewat dari beberapa episode ini. Sangat bangga melihat respon dari malaysia ada di sosmed semua bilang keren sekali. Berharap bisa diterima di Indo dan nanti juga di Singapura. Dan ini suatu kesempatan melihat kerjasama yang apik banget dari 3 negara dengan semua pemain pemain ini,"

Do(s)a yang naskahnya ditulis oleh Salman Aristo ini mengambil cerita bertemakan drama action keluarga. Mini seri yang mengambil lokasi syuting di Jakarta dan Kuala Lumpur ini berfokus pada kisah sebuah keluarga yang secara tidak sadar memiliki hubungan dengan sebuah geng kriminal dari Indonsia.

“Saya semacem dihajar, satu fakta bahwa doa dan dosa cuma dipisahkan satu huruf, betapa doa dan dosa dekat sekali dengan kita dan karakter-karakter ini cerita ini bercerita soal itu. Konsep itu saya coba tawarin dan kita semua sepakat dengam judul yang membawa konsep secara keseluruhan, dapet ide dari sana,” Ungkap Ifa Isfansyah selaku sutradara mini seri Do(s)a. Ifa sebelumnya telah terkenal banyak menelurkan karya-karya, seperti Garuda di Dadaku dan Sang Penari.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini