Movie Review: Pertempuran Epik Para Jaeger Pacific Rim Uprising

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 21 206 1876077 movie-review-pertempuran-epik-para-jaeger-pacific-rim-uprising-inQFIjPTlI.jpg Pacific Rim Uprising (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Setelah lama dinantikan, film Pacific Rim Uprising akhirnya dirilis juga. Film ini merupakan film sekuel dari Pacific Rim, yang dirilis pada 2013.

Pada film kedua ini, sutradara Steven DeKnight menggabungkan para pemain kunci lama dengan bintang-bintang baru. Pemain-pemain seperti Rinko Kikuchi (Mako Mori), Charlie Day (Dr. Newton Geiszler), dan Burn Gorman (Herman Gottlieb) tampil kembali memerankan tokoh seperti di film pertamanya.

Di samping itu, pemain-pemain baru seperti John Boyega (Jake Pentecost), Scott Eastwood (Nate Lambert), Cailee Spaeny (Amara Namani) dan Tian Jing (Liwen Shao) memberikan warna baru di film kali ini.

Pacific Rim Uprising mengangkat cerita satu dekade setelah peperangan Jaeger dan Kaiju pertama berakhir. Kehidupan di negara-negara Samudra Pasifik dikisahkan sudah aman dari ancaman Kaiju. Namun, operasi pengembangan Jaeger masih terus berlanjut untuk mengantisipasi kehadiran Kaiju lagi.

Boyega tampil menjadi bintang utama di film kali ini. Ia berperan sebagai Jake, yang tak lain adalah anak dari Stacker Pentecost yang dulunya diperankan oleh Idris Elba.

Pertemuan tak sengaja antara Jake dan Amara akhirnya membawa cerita berjalan ke konflik-konflik besar yang sudah menanti. Secara garis besar, Pacific Rim Uprising akan membawa para penonton untuk masuk ke dunia Jaeger yang lebih dalam. DeKnight tak lupa menyisipkan beberapa kilas balik film pertama agar para penonton tidak terlalu lupa dengan film pertamanya.

Meski dari segi jalan cerita tidak terlalu menarik, pertempuran para Jaeger melawan Kaiju di film ini terbilang lebih keren. Efek visual seperti gerakan-gerakan robot dan beberapa teknologi baru yang dimasukkan membuat pertempuran menjadi lebih hidup.

Kelemahan lain dari Pacific Rim Uprising adalah lemahnya penyampaian rasa dari DeKnight. Sutradara yang menggantikan Guillermo del Toro ini terlihat berulang kali mencoba memainkan perasaan penonton ke arah menegangkan namun selalu gagal mencapai klimaks. Tak ayal film ini berjalan dengan biasa saja, bahkan nyaris tak memberikan kesan mendalam setelah menontonnya.

Ada pun kualitas akting dari para pemainnya yang mampu sedikit menyelamatkan muka DeKnight dari film ini. John Boyega, misalnya, terlihat sangat segar ketika keluar dari peran Finn (Star Wars) yang selama ini menempel padanya. Ia bahkan menggunakan aksen bahasa Inggris yang selama ini tidak diizinkan untuk digunakan dalam film-film Star Wars yang dibintanginya. Begitu pun dengan Cailee Spaeny, Pacific Rim menjadi sebuah debut indah baginya. Ia mampu bermain lepas meski tidak memiliki catatan panjang dalam kemampuan di dunia seni peran.

Secara keseluruhan, Okezone memberikan nilai 6,5 untuk Pacific Rim Uprising. Film ini akan terasa lebih menarik dan menjanjikan jika DeKnight sukses memainkan perasaan para penontonnya.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini