nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agatha Chelsea Bertransformasi Jadi Jurnalis Sekolah di Mata Dewa

Lidya Hidayati, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 14:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 07 206 1869129 agatha-chelsea-bertransformasi-jadi-jurnalis-sekolah-di-mata-dewa-QSjDWxJZPZ.jpg Agatha Chelsea (Foto: Revi/Okezone)

JAKARTA – Agatha Chelsea terus melebarkan sayapnya di dunia akting. Setelah berperan sebagai Gadis di Meet Me After Sunset, remaja 16 tahun tersebut kini menjajal kemampuan aktingnya dengan berperan sebagai seorang jurnalis sekolah di film Mata Dewa.

“Di film Mata Dewa ini aku berperan sebagai Bening. Bening itu jurnalis sekolah kelas 1 SMA yang memang hobinya di jurnalistik, hobinya dia baca buku. Lebih ke hal-hal menulis gitu deh,” kata Chelsea saat berkunjung ke redaksi Okezone.com, Rabu (7/3/2018).

Baca Juga: Berperan Coach di Mata Dewa, Nino Fernandez Jadi Terlatih Urus Anak-Anak

Dia menambahkan, “Suatu saat, dia ditugasi oleh kepala sekolah untuk ngeliput tim basket sekolah SMA Wijaya. Jadi dia lebih ke support tim basketnya SMA Wijaya sih.”

Berlakon sebagai seorang wartawan sekolah untuk pertama kalinya, Chelsea mengaku tak terlalu kesulitan. Tantangan yang dihadapi Chelsea malah hadir dari sisi cara bicara atau logat. Karena mengambil setting di Surabaya, jebolan Idola Cilik itu pun dituntut harus bisa Suroboyoan.

“Kesulitan sebenarnya enggak sih. Semua karakter aku tuh related sama buku gitu. Jadi emang enggak terlalu susah untuk itu. Yang challenging-nya lebih ke logat sih. Karea logat kan harus Suroboyoan, sedangkan aku bukan orang Surabaya,” cerita Chelsea.

Tantangan semakin berat karena Chelsea sama sekali tidak tahu jika dia harus bicara dengan logat Surabaya. Pasalnya, selama reading dan dialog di skenario sama sekali tak menunjukkan adanya tuntutan untuk bicara dalam logat Jawa atau Surabaya.

Untuk itu, Chelsea dan tim pun dituntut untuk dengan cepat belajar logat Surabaya. Dalam waktu hanya dua hari saja, remaja berdarah Sunda tersebut akhirnya mampu bicara dengan logat lokal.

“Lebih ke dengerin orang di sana sih. Karena orang di sana kan Suroboyoan banget dan logatnya distinct banget. Jadi pas selama reading, aku enggak tahu nih bakal pakai logat Surabaya. Tapi pas udah sampai sana, reading 2 hari, aku bareng sama teman-teman aku anak basket yang semua logat Surabayaan, jadi belajarnya dari mereka,” papar Chelsea.

Ia menyambung, “Awalnya memang kurang pas sih. Kayak diulang dulu 3 kali sampai bisa ketemu yang pas. Pas sudah nemu yang pas, langsung di-lock.”

Baca Juga: 'Tinggalkan' Amerika, Impian Imelda Budiman Terwujud lewat Film Mata Dewa

Mata Dewa merupakan drama remaja yang berkisah tentang karakter bernama Dewa, atlet basket andalan sekolahnya. Diangkat dari kisah nyata, Mata Dewa yang juga dibintang Kenny Austin dan Brandon Salim akan tayang di bioskop mulai 8 Maret 2018.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini