Movie Review: Sensualitas Mematikan Ala Red Sparrow

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 28 206 1866018 movie-review-sensualitas-mematikan-ala-red-sparrow-2fM8uo9hoi.jpg Red Sparrow (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Mengawali bulan Maret, film-film thriller Hollywood mulai banyak bermunculan di bioksop Indonesia. Salah satunya adalah Red Sparrow yang diadaptasi dari novel berjudul serupa karangan Jason Matthews.

Film ini secara garis besar menceritakan tentang seorang ballerina bernama Dominika Egorova (Jennifer Lawrence) yang direkrut masuk ke Sparrow School, sekolah intelijen Rusia yang biasa menggunakan tubuh sebagai sebuah senjata mematikan. Dominika sendiri masuk dalam Sparrow karena situasi dan kondisi keluarga memaksanya untuk melakukan hal itu.

Baca juga: Aubrey Plaza Tuding Oscars Tak Menghargai Aktor Latin

Dalam sekolah tersebut, Dominika dilatih menjadi seorang agen mata-mata wanita handal yang bisa mendapatkan berbagai informasi penting bagi negara. Sampai pada akhirnya Dominika mendapatkan tugas pertamanya sebagai agen Rusia, yakni mendekati agen CIA bernama Nate Nash (Joel Edgerton).

Dominika pun mengaplikasikan berbagai kemampuan yang didapatnya dari Sparrow untuk mendekati Nate. Namun, di tengah aksinya mengorek informasi dari Nate, terjadi banyak kekacauan yang melibatkan Amerika dan Rusia.

Secara cerita, Red Sparrow memiliki keunggulan tersendiri karena memiliki banyak twist yang bisa mengecoh penonton. Namun, faktor terlalu banyaknya tokoh yang muncul dengan membawa konfil-konflik tersendiri membuat penonton harus tetap menjaga konsentrasi selama film berlangsung. Jika tidak, ada beberapa detail cerita yang akan sangat sayang untuk dilewatkan.

Baca juga: Profil 5 Nomine Aktor Pendukung Terbaik Oscars 2018

Sayangnya peran Jennifer Lawrence dalam film ini tidak sepenuhnya memukau. Sebagai film dengan setting Rusia dan pemeran utama orang Rusia, J-Law terasa kurang lugas dengan aksen bahasa yang digunakan. Ia tidak sepenuhnya berubah menjadi Dominika, seorang wanita Rusia yang fasih dalam berbahasa Inggris.

Tak hanya itu saja, Red Sparrow juga memiliki banyak adegan baku-hantam dan melibatkan darah bercucuran di mana-mana. Bagi Anda yang tidak suka melihat adegan-adegan berdarah, sebaiknya hindari untuk menonton film ini.

Patut untuk diingat, film garapan Francis Lawrence ini dirilis untuk kategori 'Dewasa dan 21 Tahun ke Atas'. Bagi Anda yang berniat menonton namun belum melewati kategori ini, sebaiknya Anda mengurungkan niat tersebut.

Secara keseluruhan, Okezone memberikan nilai 6 untuk film Red Sparrow. Tanpa disadari sensualitas bisa menjadi sebuah senjata mematikan jika berada di tangan yang tepat.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini