nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agensi Jelaskan Kondisi Lee Joon Usai Isu Bunuh Diri saat Wamil

Lidya Hidayati, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 21:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 33 1859674 agensi-jelaskan-kondisi-lee-joon-usai-isu-bunuh-diri-saat-wamil-DUuLBooUJf.jpg

SEOUL – Rumor hoax tentang usaha bunuh diri Lee Joon yang tersebar beberapa hari lalu belum berhenti. Meski Prain TPC yang menaungi Lee Joon telah memberikan bantahan atas isu tersebut, namun ada klarifikasi lebih lanjut yang diberikan agensi.

Prain TPC telah datang ke basecamp militer tempat Lee Joon menjalani wajib militer (wamil) pada Selasa 13 Februari 2018. Agensi memastikan jika mantan personel MBLAQ itu baik-baik saja dan tak pernah melakukan usaha bunuh diri seperti yang diberitakan.

“Lee Joon tidak melukai pergelangan tangannya sendiri atau mengikuti program Green Camp,” kata agensi seperti dilansir Soompi, Rabu (14/2/2018).

Dalam kesempatan tersebut, agensi juga membeberkan bagaimana kondisi kesehatan Lee Joon yang sebenarnya. Prain TPC mengungkap jika sebenarnya kekasih Jung So Min itu mengidap panic disorder.

“Kami merasa perlu membeberkan situasi Lee Joon yang sebenarnya. Ini tidak diungkap sebelumnya, tapi Lee Joon punya panic disorder selama karier beraktingnya. Dia mengalami masa sulit saat hendak wamil, tapi dia suka rela wamil karena keinginan kuatnya untuk sembuh,” tutur agensi.

(Baca Juga: Fachri Albar Ternyata Sudah 3 Bulan Jadi Target Operasi)

(Baca Juga: Park Bo Gum Terpilih sebagai Idol Pria Terfavorit untuk Valentine)

Sayangnya, penyakit Lee Joon jadi lebih parah selama dia di pos militer. Kabar palsu tentang usaha bunuh dirinya semakin memperburuk keadaannya dan bisa mempengaruhi proses pengobatan yang tetap dijalaninya selama wamil.

“Tidak sopan mengungkap masalah personal, terutama penyakit seorang tentara aktif. Tapi, kami membagikan ini untuk meminta agar berita palsu seperti kemarin tidak diumbar lagi. Ini juga respons pada fans yang terkejut akan rumor itu dan ingin mengetahui bagaimana kondisi Lee Joon sebenarnya,” terang agensi.

Mereka menyambung, “Seperti yang kalian ketahui, penyakit mental bisa diperburuk oleh media dan publik. Lee Joon sangat tersakiti mendengar kabar palsu itu. Dan dokternya bilang itu bisa mempengaruhi pengobatannya.”

Terakhir, agensi berniat mengambil tindakan hukum untuk menangani penyebaran berita palsu semacam ini. “Jika perlu, kami berencana untuk mengambil tindakan legal pada berita dan komentar palsu di masa mendatang yang bisa menyakiti kehidupan Lee Joon selama wamil dan pengobatannya,” pungkas agensi.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini