Kecintaan Panji Petualangan pada Hewan Menurun kepada Anak

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Minggu 04 Februari 2018 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 03 33 1854126 kecintaan-panji-petualangan-pada-hewan-menurun-kepada-anak-moOdFZzExV.jpg Panji Sang Petualang (Foto: Youtube)

JAKARTA - Kehidupan rumah tangga Muhammad Panji, atau yang akrab dikenal dengan Panji Petualangan bisa dibilang cukup bahagia. Pada 2007 silam dirinya diketahui menikah dengan seorang wanita bernama Nenty Estevany, dan dikaruniai sepasang anak.

Kedua anaknya, Putri Amalia dan Aufa Putra Naja, diketahui tumbuh sebagai anak yang ceria serta pemberani. Bahkan kecintaan Panji terhadap hewan-hewan baik buas maupun jinak, menurun ke kedua anaknya.

Meski begitu, Panji menyatakan bahwa dirinya cukup membatasi interaksi kedua anaknya terhadap binatang-binatang. Sebab, kedua anaknya bisa dikatakan masih kecil dan belum dapat memahami mana yang berbahaya ataupun yang tidak berbahaya.

(Baca Juga: Bantah Kabar Meninggal, Alasan Panji Petualang Jadi Youtuber)

(Baca Juga: Jika Tambah Momongan, Ayudia Bing Slamet Ingin Anak Perempuan)

"Anak-anak itu mereka sebenarnya sih kalau genetik bapaknya masih nurun sih. Mereka senang hewan, responsnya dari umur 1 tahun, kayak si kakaknya Putri ini dia senangnya lebih ke mamalia. Kalau adiknya si Aufa, dia lebih ke ular. Tapi enggak aku arahin untuk mereka interaksi. Karena aku tahu mereka ini belum paham bahaya atau enggak, makanya nantipun kalau mereka diusia dewasa, misalnya sudah di Sekolah Menengan Pertama mereka masih senang, ya sudah aku arahin," ujar Panji kepada Okezone.

"Jadi harus ada pemahaman dulu yang aku kasih baru aku izinin mereka interaksi sama hewan. Aku kan juga takut anakku kenapa-kenapa, kan nanti merasa bersalah juga aku sebagai orangtuanya," sambungnya.

Sementara itu, mantan presenter Petualangan Panji MNC TV ini bisa menilai kecintaan sang anak kepada hewan saat melihat keduanya berinteraksi dengan cara memegang ataupun menyentuh. Bahkan menurutnya, kedua anaknya dapat menyayangi dan memiliki rasa sayang terhadap hewan, persis seperti dirinya saat masih kecil.

"Dari megangnya pun sudah beda, kalau misalkan dia ada bakat suka kelihatan, jadi enggak keras gitu. Anakku ini aku pantau saat mereka megang ular yang jinak bukan ular agresif, nyentuhnya tuh kayak lebih lembut gitu. Waktu aku tanya, kok pegangnya kayak gitu, mereka jawab, 'Kalau nanti pegangnya terlalu keras nanti ularnya sakit. Jadi kasihan'. Dari situ sudah ada rasa haru yang dia kasih ke si ular itu, rasa sayangnya sudah ada. Cuma ya ketakutan aku dia kan belum tahu itu jenis ular berbisa atau enggak, ya akhirnya mau enggak mau ya aku ngelarang dia dulu atau batesin, karena bahaya," paparnya.

Panji menuturkan bahwa di awal pernikahannya, sang istri sempat bersikap overprotektif dan melarangnya untuk berinteraksi dengan hewan buas. Namun, Panji memberikan pengertian bahwa hidup dan mati seseorang ada di tangan Tuhan Yang Maha Esa.

"Kalau dulu awal nikah protect-nya enggak boleh gini, enggak boleh gitu. Makin kesini aku kasih pemahaman, dari sebelum kenal aku sudah begini. Dan kalaupun harus mati, enggak harus saat aku lagi evakuasi hewan. Saat sama diapun aku bisa saja meninggal, itu sudah takdir. Jadi dia akhirnya ngerti hahha," tuturnya.

"Jadi memang istriku ini sudah kuat mental dalam artian dari awal kita nikah atau pacaran memang dia sering ditinggal. Jadi sudah biasa. Bahkan di kegiatan sekarangpun aku masih ke luar kota, kayak sekarang ke Palu, terus konflik pawang dimakan buaya," tandasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini