"Menurut aku lebih mudah berakting langsung," tuturnya.
Kesulitan yang dihadapi pria 59 tahun ini ia akui lantaran dirinya juga dituntut harus berkhayal dan membayangkan mengenai adegan yang dilakukan oleh Profesor Juned dalam film animasi tersebut.
Bahkan ia mengaku bahwa setiap dirinya kembali ke rumah, ia selalu merasa pusing karena dituntut harus bisa berkonsentrasi sekaligus berkhayal.
"Saya merasa setiap saya pulang itu kepala saya pusing, pusing saya. Sya merasa bahwa konsentrasi saya terlalu penuh. Karena memang seperti itu, kita kalau syuting baru adegan kayak gini, ruangannya jelas begini, enggak usah sambil menghayal kan, langsung saja. Tapi kalau itu, kita menghayal, suasananya gini nih, jadi terpecah banget. Konsentrasinya lebih banyak lagi," ungkapnya.
Pengalaman mengisi suara diakui Indro juga sempat ia lakukan saat bermain dalam film Warkop DKI. Sekurang-kurangnya, tiga suara harus ia isi demi kesempurnaan film tersebut.