Share

Efek Pemanasan Global Makin Nyata, Nugie Ajak Masyarakat Buka Mata Hati

Lidya Hidayati, Okezone · Rabu 22 November 2017 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 22 33 1818618 efek-pemanasan-global-makin-nyata-nugie-ajak-masyarakat-buka-mata-hati-ZBydJWm6JG.jpg Nugie (Foto: Lidya/Okezone)

MADURA - Bertahun-tahun aktif sebagai aktivis lingkungan, Nugie menyuarakan kekhawatirannya melihat alam yang makin tak bersahabat. Bapak dua anak tersebut mengibaratkan keadaan alam yang makin parah akan bisa mengubah manusia menjadi mutan.

Pendapat itu disuarakan Nugie karena hampir tak ada lagi produk alam yang bisa langsung dinikmati seperti pada masa lalu. Padahal, ketika dulu dia masih kecil, Nugie kerap mengonsumsi produk-produk hasil alam secara langsung tanpa perlu diolah.

"Sekarang, air di rumahmu, kamu gali sampai minum (langsung), berani enggak? Dulu aku kecil berani minum air (sumur) itu. Itu kan menunjukkan ada sesuatu dengan tanah kita (sekarang). Sekarang pagi-pagi, sampean (kamu) jam 7, suruh lari di jalan raya Jakarta, berani enggak? Mau ngehirup apa kamu? Knalpot?" cecar Nugie di Alun-alun Kabupaten Bangkalan usai acara Djarum Trees for Life: Menanam Trembesi 296 KM Lingkar Pulau Madura, Rabu (22/11/2017).

(Baca Juga: Gara-Gara Jualan Jam, Fitri Tropica Sempat Ingin Dipolisikan)

(Baca Juga: Diawali Lagu Tema Cinta, Anda Khalida Tatap Mimpi Album Perdana)

Nugie melanjutkan, "Dulu aku jam 7 naik sepeda, jalan kaki ke sekolahku. Dan itu menurutku, kok (sekarang) jadi malah ketakutan? Hidup di luar bersama alam ini kok malah ketakutan. Itu kan jadi momok buat saya. Kenapa harus begitu? Makan buah juga begitu. Buat saya, kita mau jadi mutan semua? Itu kekhawatiran yang paling kasat mata."

Kekhawatiran yang berbeda diutarakan Nugie soal masyarakat pedalaman. Adik Katon Bagaskara tersebut menceritakan bagaimana masyarakat suku pedalaman kini kesusahan untuk bertahan hidup karena perubahan alam.

"Tahun 2005, saya ke wilayah di daerah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua. Bertemu dengan suku-suku yang tinggal di daerah pedalaman itu menyatakan kegelisahannya karena mereka tidak bisa lagi hidup meramu, yang dulu hidupnya selalu meramu dengan alam," papar Nugie.

"Salah satu hal yang terjadi adalah karena kekurangan lahan yang sudah dipatok-patok. Kedua, mereka kehilangan lagi predator-predator utama yang biasanya menyemai benih-benih yang mereka tuai. Jadi menurut saya, nyata sekali kalau kita buka mata hati," pungkas Nugie.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini