nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

VIDEO: Seminggu Tak Sadarkan Diri, Ayah Irfan Hakim Sempat Ingin Dibawa Pulang

Dewanto Kironoputro, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 13:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 22 33 1818466 video-seminggu-tak-sadarkan-diri-ayah-irfan-hakim-sempat-ingin-dibawa-pulang-GGA2hTpVae.jpg Irfan Hakim (foto: Vania Ika Aldida/Okezone)

BANDUNG - Walaupun sudah mempersiapkan diri, wafatnya ayah Irfan Hakim tetap tidak bisa dihadapi dengan tenang. Kondisinya pun ternyata menurun lebih cepat dari yang sempat dikira.

Menurut Irfan, pria bernama H. Rosyid Sukarya itu sempat tidak sadarkan diri setidaknya selama sepekan sebelum meninggal dunia, pada Selasa 21 November 2017. Dari yang tadinya bisa berinteraksi dengan keluarga yang menjaga di rumah sakit, Rosyid akhirnya tidak dapat menanggapi apapun di hari-hari terakhirnya.

(Baca Juga: Ayahanda Jadi Orang Pertama di Pemakaman Keluarga Irfan Hakim)

Kondisi memprihatinkan itu pun sempat membuat keluarganya ingin memulangkannya saja dari rumah sakit tempatnya dirawat. Rencananya, Rosyid akan dibawa pulang pada Selasa 21 November 2017.

Irfan pun tengah dalam perjalanan menuju Bandung di hari wafatnya ayahnya itu. Namun sayang, jalan dari Jakarta ke Bandung macet sehingga Irfan terlambat satu jam dari wafatnya sang ayahnya pada pukul 03.30 WIB. Tak ayal ia langsung berlari setibanya di rumah sakit, dan melihat ayahnya sudah ditutup selimut, tak bernyawa.

“Dalam beberapa bulan ini kan saya juga bolak-balik Bandung. Tadi malam habis kerja, jam setengah satu, langsung ke Bandung, tapi macet. Di jalan, jam setengah empat, kakak saya yang tertua telefon. Dia cuma nanya Irfan udah sampai mana? Saya jawab masih di tol. Apa gimana keadaannya? Udah cepet aja ke sini, cepet aja ke sini katanya,” tutur Irfan Hakim dikutip dari video tayangan Go Spot, Rabu (22/11/2017).

“Hari ini sebenarnya kita punya rencana untuk bawa aja Apa ke rumah, karena udah seminggu Apa enggak bisa bereaksi. Pas udah sampai rumah sakit jam setengah lima, turun mobil, naik lift, lari, masuk ke ruangan, ngeliat Apa udah ditutup. (Ini) pemandangan yang selama ini ditakuti,” lanjutnya sembari menangis.

Sebagai anak ke-7 dari delapan bersaudara, Irfan Hakim termasuk yang dekat dengan ayahnya. Tetapi, dirinya berusaha tegar meskipun sempat menangis beberapa kali dari melihat kematian ayah hingga memakamkannya di Cibogo Peuntas, Parakan Muncang, Sumedang, Jawa Barat.

(Baca Juga: Rajin Salat, Pesan Terakhir Ayahanda untuk Irfan Hakim)

Rencana keluarga untuk umrah bersama pun harus berjalan tanpa Rosyid. Rosyid berpulang ke haribaan Yang Maha Kuasa di usia 80 tahun.

Orang-orang terdekat Irfan pun membenarkan hal itu. Masih dalam kondisi sedih, mereka mengenang sosok Rosyid sebagai orangtua yang sangat baik dan berpegang teguh pada ajaran agama.

“Saya merasa beliau figur orangtua penuh dedikasi, rasa sayangnya kepada anak, perhatiannya besar sekali. Dari segi sosial, tidak pernah ada yang disakiti beliau. Semuanya pada senang. Ekonominya termasuk yang sederhana,” ujar Ade Rokib, kakak ipar Irfan.

“Figur seorang ayah yang bertanggung jawab. Seorang kepala keluarga, rekan saya, dan orang yang berjiwa besar. Dia mengorbankan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan umat,” ujar H. Ruswendy, sahabat Rosyid.

(fid)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini