nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LIVE DAHSYAT: Ayahanda Jadi Orang Pertama di Pemakaman Keluarga Irfan Hakim

Dewanto Kironoputro, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 09:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 22 598 1818336 live-dahsyat-ayahanda-jadi-orang-pertama-di-pemakaman-keluarga-irfan-hakim-KK1WxgWa46.JPG Pemakaman Ayahanda Irfan Hakim, H Rosyid Semasa Hidup (foto: Instagram/@irfanhakim75)

JAKARTA - Pemakaman di Cibogo Peuntas, Parakan Muncang, Sumedang, Jawa Barat rupanya adalah kawasan yang sudah dibeli Irfan Hakim sebelumnya. Namun, baru kali ini lahan tersebut digunakan seiring wafatnya sang ayahanda, H. Rosyid Sukarya.

Dalam segmen Dahsyatnya Kring-Kring, lewat sambungan telefon dengan para host, Irfan Hakim mengaku sudah membeli lahan itu sejak lama. Namun, tanah itu belum dibutuhkan karena keluarganya masih sehat walafiat.

(foto: Instagram/@irfanhakim75)

(Baca Juga: LIVE DAHSYAT: Rajin Salat, Pesan Terakhir Ayahanda untuk Irfan Hakim)

Ketika sang Apa meninggal, kontan ia jadi orang pertama yang dikubur di lahan yang luasnya belum dibeberkan tersebut.

“Dimakamkannya di Sumedang. Aku beberapa tahun yang lalu udah beli tanah kosong untuk pemakaman keluarga, tapi beberapa tahun Apa sehat walafiat, jadi tanah itu kosong terus. Apa jadi orang pertama yang dimakamkan di makam keluarga,” papar Irfan Hakim, Rabu (22/11/2017).

Pria 42 tahun itu mengungkap, pemakaman keluarga itu memang sudah dipersiapkan dengan sangat baik. Sejak dibeli, Irfan kerap singgah di sana untuk membersihkan lahan, membangun fasilitas seperti jalan setapak dan petak-petak yang akan digunakan.

 

Namun, tanah itu masih kosong hingga Rosyid dimakamkan pada Selasa 21 November 2017. Irfan pun sempat mengungkap bahwa ibunya tidak kuasa menahan tangis melihat Rosyid yang masih sendiri di lahan luas tersebut.

(foto: Instagram/@irfanhakim75)

“Mama bilang “Apa kasihan enggak ada temennya”. Kemarin sempet nangis, sempet kacau (di pemakaman),” ujar Irfan.

Irfan sendiri masih ada di Bandung untuk mengurus kematian Rosyid. Sekadar diketahui, Irfan tidak bisa menemani Rosyid di detik-detik terakhirnya lantaran tengah dalam perjalanan ke Jakarta.

(Baca Juga: Sebelum Meninggal, Ayah Irfan Hakim Dirawat 53 Hari karena Komplikasi)

Karena baru tiba satu jam setelah kematian Rosyid (pukul 03.30 WIB), Irfan hanya bisa melihat sosok ayahnya itu sudah terbujur kaku, ditutup selimut rumah sakit.

Sekadar diketahui, Rosyid meninggal dunia karena komplikasi berbagai organ, dimulai dari kaki bengkak dan dehidrasi parah yang merusak ginjalnya. Meski tidak ada firasat bahwa sang Apa akan meninggal dunia, Irfan Hakim sempat mengungkap keadaannya memang memburuk menuju hari kematiannya.

“Udah sepuh, Fi, udah 80 tahun. Awalnya kakinya bengkak, pas diperiksa, ginjalnya bermasalah. Ginjalnya diobatin, pencernaannya ken. Pencernaannya diobatin, paru-parunya kena. Jadi komplikasi juga. Dan beberapa hari ini tadinya bisa buka mata, pegang tangan, sedikit ngobrol, sekarang kita minta Apa cepet sembuh beliau hanya bisa menitikkan air mata,” tutup Irfan pada Raffi Ahmad selaku host.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini