LOS ANGELES – Michael Fassbender memang tampil memukau dalam film Assassin’s Creed. Namun pada kenyataannya ia harus mengakui bahwa film tersebut tak terlalu laku dan disukai oleh para kiritikus film.
Assassin’s Creed diangkat ke layar lebar pada tahun 2016 dari sebuah video game populer berjudul sama. Haslinya pun sebenarnya tak terlalu buruk. Assassin’s Creed menghasilkan uang sebesar USD200 juta dari pasar global. Kekasih Alicia Vikander ini pun tak menampik jika dirinya masih tertarik untuk memerankan tokoh Cal Lynch di masa mendatang.
“Tentu saja (masih tertarik), hanya saja filmnya tidak ideal. Kupikir kami melewatkan sedikit kesempatan di sana. Jadi, kami harus menunggu dan melihat apa yang akan dikeluarkan oleh Ubisoft. Untuk saat ini, aku tidak tahu. Aku mau saja membuat filmnya menjadi lebih menghibur, itu akan menjadi sorotan utamanya,” ungkap Fassbender seperti dilansir Contactmusic, Selasa (10/10/2017).
Alasan utama filmnya flop adalah karena cerita yang kurang baik. Para kritikus film menganggap Assassin’s Creed terlalu serius dalam menggarap ceritanya.
“Perasaan dari filmnya aku pikir membawanya menjadi terlalu serius dan aku seharusnya beraksi dengan sedikit lebih cepat. Aku pikir harus ada tiga film awalan, itu lah kesalahannya,” tambah Fassbender.
Assassin’s Creed disutradarai oleh Justin Kurzel. Fassbender menjadi bintang utama ditemani oleh Marion Cotillard, Jeremy Irons, Brendan Gleeson, Charlotte Rampling dan Michael K Williams.
Pada film tersebut, Cal diceritakan pergi ke masa lalu, tepatnya abad ke-15 di Spanyol dengan menggunakan sebuah teknologi mutakhir yang bisa membuka ingatan genetik dari seseorang.
(aln)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri