nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FOTO: Tangis Bahagia Kisah Acha Septriasa Jalani Proses Melahirkan

Dewanto Kironoputro, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 23:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 29 33 1785968 foto-tangis-bahagia-kisah-acha-septriasa-jalani-proses-melahirkan-skeWVhtihq.jpg Acha Septriasa (Foto: Instagram)

JAKARTA - Acha Septriasa mengungkap dua hari lamanya ia bolak-balik rumah sakit untuk melahirkan Bridgia Kalina Kharisma (Baby Bri). Selama dua hari itu, ia mengaku belajar sangat banyak, yang langsung ia ceritakan melalui Instagram, Jumat (29/9/2017).

Sebanyak empat foto mewakili cerita Acha di akun miliknya tersebut. Menurut ceritanya, ia sudah menanti kelahiran Baby Bri sejak sehari sebelum kelahirannya, yang diketahui jatuh pada 20 September 2017.

Melalui cerita itu, Acha menegaskan bahwa pikiran positif sangat diperlukan ketika melahirkan, tak peduli metode melahirkannya. Ia juga menilai perjuangan dengan berbagai metode itu tidak seharusnya dibeda-bedakan.

“Di lorong persalinan itu, suatu hari yang ku tunggu-tunggu, aku tak sabar menanti seorang putri kecil yang baru ku pikirkan nama nya.. lewat mimpi. Aku melalui sesuatu yg tak terbayangkan, blm pernah ku rasakan, bahkan tak pernah ku imajinasikan sblm nya.. Menunggu seakan waktu lambat sekali berjalan, berharap dan berandai smua pasti kan berlalu dengan cepat, tapi segala kehendak Nya tak ada seorang pun yang tahu. Aku hanya pasrah dan berserah,” buka Acha.

Ditolak rumah sakit pertama kali, hingga kontraksi hebat pukul 11 malam
Pukul 6.15 pagi (waktu setempat), 19 September 2017 jadi hari pertama Acha ditolak rumah sakit. Padahal, hari itu sudah tepat 40 minggu usia kehamilannya, dan kontraksi di perutnya sudah terjadi 5 menit sekali. Tak ayal, ia mengira Baby Bri akan lahir di hari itu, namun tanggapan pihak rumah sakit justru terkesan sangat tenang. Penolakan itu pun bukannya tanpa alasan, karena Acha baru mencapai bukaan 2 di hari tersebut.

“midwife menolak ku stay berlama2 di RS dan menyatakan "u are too pretty for labor" tanda nya aku msh blm cukup terlihat 'sakit' layak nya ibu yg siap melahirkan😄,” tulis Acha.

Tak ayal ia pulang dan beristirahat, sementara kontraksi di bagian perutnya semakin kuat dan sering. Acha pun sempat berdarah coklat kemerahan ketika buang air kecil, namun pihak medis menyatakan hal itu normal. Menurut tenaga medis, kondisi baru akan ditanggapi jika Acha sudah berdarah merah segar atau mengalami kontraksi tiga kali dengan interval sepanjang 2-3 menit selama 10 menit. Maka, sebagian besar hari itu berlalu tanpa kemajuan berarti, dan keadaan sudah kembali tenang.

Hingga akhirnya jam 11 malam Acha tak kuat lagi dan harus dibawa ke rumah sakit. Kontraksi hebat menyerangnya setiap 7 menit sekali. Karena sudah tidak kuat, akhirnya pihak rumah sakit mau memeriksa kehamilannya. Namun ternyata tahap persalinan Acha masih dalam bukaan 2, sehingga lagi-lagi ia disarankan pulang.

“alhamdulillah masih tersedia kamar di ruang inap, postnatal. Jadi lah aku mama dan suami bermalam di RS, setelah dua kali kami di sarankan pulang ke rumah.,” tulis Acha.

Hari kelahiran Baby Bri
Acha melewati malam pertamanya di rumah sakit tanpa proses yang berarti. Namun, proses kelahiran Baby Bri semakin cepat memasuki pukul 07.30 pagi. Acha menceritakan, ia diberikan obat penahan rasa sakit dan ditawari morfin untuk menanggulangi kontraksi, namun baru disetujuinya setelah mandi air panas. Sementara itu, proses bukaan Acha belum kunjung maju dan justru membuatnya iba terhadap sang ibu, Rita Emza, dan suaminya sendiri, Vicky Kharisma.

“sehabis mandi, aku diam di tempat tidur, kontraksi ku TAHAN krn tak ingin melihat muka mama dan suami tak tega mengkasihani aku . 24 jam lebih, blm ada hasil maju nya bukaan. Suami ku hampir desperate kata nya, apa kita harus menunggu sampai hari ke - 3 untuk bayinya sampai lahir ? Krn case tiap orang berbeda,” tulis Acha.

Momen yang diceritakan Rita terjadi di pukul 10 pagi. Kontraksi yang dirasakannya semakin hebat, dan Acha harus meremas jemari Rita agar tetap kuat. Sementara Rita berdoa, ia memerhatikan apa yang Acha ucapkan padanya.

“Disitu aku bicara saat sakit nya melemah, aku bilang sama Mama , "ma maafkan aku yaa.. aku akhirnya tau sakit nya melahirkan seorang anak, maafin aku yaa .. doain acha maa",” tulis Acha.

Ketuban Acha pecah pukul 11.40. Menurut Acha, air ketubannya sampai membasahi seluruh kasur rawat inap yang ditempatinya. Tak disangka, Acha langsung menuju bukaan 8.

“Mama kaget dan berlari ke front desk , meminta midwife check keadaan ku. Aku menggeliat kesakitan, aneh nya aku malah berdiri ingin ke kamar mandi krn mules yg tak tertahan kan dan masih dlm keadaan panik menangis kesakitan, mid wife menyuruh ku duduk, utk men check pembukaan. Tak di sangka , semakin dekat waktunya ! Midwife Hanya terheran dan langsung memanggil crew utk bergegas mengambil wheel chair , Aku langsung menuju bukaan 8,” tulis Acha.

Seperti diketahui, Baby Bri akhirnya lahir pukul 12.14 waktu setempat, dengan metode kelahiran normal. Di jam itu, berakhir sudah perjuangan Acha, Vicky, dan Rita. Namun, perjuangan tersebut dapat dikatakan berbuah manis karena kini Acha sudah bisa beraktivitas dengan mudah, termasuk mengajak Baby Bri berbelanja.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini