nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Raibnya Kamera Mahal Dhea Imut, Diduga karena KTP Palsu!

Sumarni, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 09:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 29 33 1785285 kronologi-raibnya-kamera-mahal-dhea-imut-diduga-karena-ktp-palsu-nR5q42WK00.JPG Dhea Imut (foto: Sumarni/Okezone)

JAKARTA - Pihak aktris peran Dhea Annisa alias Dhea Imut mengungkap kronologi hilangnya kamera jenis Canon C500 seharga Rp229 juta kepada para pewarta. Hal tersebut disampaikan langsung oleh paman Dhea, Diad Ote dalam jumpa media di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada Kamis 28 September 2017.

"Kirim barang dari DHL Ekspress Pancoran pada 6 September 2017. Biayanya Rp500 ribu-an lah. Saya antar hari Rabu, saya maunya cepat akhirnya pake kilat. Hari Jumat sampai katanya," jelas Diad.

(Baca Juga: Disopiri Calon Suami, Dewi Perssik Tebar Senyum Sambil Lambaikan Tangan)

"Saya monitor perjalanannya. Sampai Jumat belum sampai, hilangnya hari Selasa. Jadi diduga ada permainan sampai ada waktu untuk buat KTP. Saya pikir aman-aman aja, karena di DHL. Saya ekspedisi barang berkali-kali bukan sekali. Peluang hilang enggak ada kalau pihak ekspedisinya profesional," sambungnya.

(foto: Sumarni/Okezone)

Namun, saat kembali dikonfirmasi pihak DHL menyebutkan barang tersebut sudah diambil oleh sosok bernama Totok Suhadi. Diad membenarkan kamera itu hendak dikirim ke Suhadi atau Toto, tapi ia dan DHL sepakat untuk mengantar ke rumah bukan diambil di kantor DHL Malang.

(Baca Juga: Makin Centil Sejak Hamil, Anak Sandra Dewi Perempuan?)

"Pas saya cek, dapat kabar sudah diambil, dan saya konfirmasi ke Pak Toto tidak ada. Jadi dugaan permainan di sana itu bikin KTP dan lainya," imbuh Diad.

Menurut kuasa hukum Dhea, Henry Indraguna yang ditemui pada kesempatan yang sama, respon yang didapat dari pihak DHL sama sekali tidak menyenangkan. Alih-alih memberikan solusi, mereka justru meminta untuk case closed atau menganggap selesai perkara ini.

"Saat ditelusuri, katanya barang tersebut ada yang ambil katanya. Siapa yang ambil? Lalu ditunjukkan KTP yang ambil, yang ambil itu namanya Totok Suhadi. Padahal kita tujukan barang itu ke Toto atau Suhadi dua orang yang berbeda," kata Henry.

(Baca Juga: Anak Bungsu Akui Hugh Hefner Sosok yang Legendaris)

"KTP ini kami yakin itu palsu. Kok tau-tau ada yang ambil atas nama Totok Suhadi. Kok orang bisa tahu, atas nama Totok Suhadi tapi tidak dikonfirmasi. Harusnya kan konfirmasi ke orang yang sebenernya ada nomor telefonnya. Malah ada orang datang bawa KTP Totok Suhadi, eh dikasih gitu aja. Kami mau tanya, kok bisa tau ada barang yang ke sana?" tambahnya.

Oleh karena itu, Henry berharap ada upaya dari pihak DHL untuk menyelesaikan perkara sang klien. Jikalau tidak, pihak Dhea akan siap membawa kasus ini ke ranah pengadilan.

"Tapi buat kami dan Dhea, barang itu berarti karena dibeli dengan hasil keringatnya. Mudah-mudahan hingga Senin pihak DHL ada yang hubungi kami. Kalo tidak, maka kami laporkan penggelapan atas pasal 372 KUHP dan pasal 374 KUHP dan pasal lain. Buat kami kamera 200 juta ini mahal, mudah-mudahan DHL mau respon," tandas Henry. (fid)

(Baca Juga: Tanggapi Komentar Negatif dalam Bermusik, Denada: Itu Kebebasan Mereka)

(FHM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini