nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Muzdalifah Harap Tak Ada Korban Khairil Anwar Lagi

Revi C. Rantung, Jurnalis · Rabu 20 September 2017 07:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 20 33 1779299 kuasa-hukum-muzdalifah-harap-tak-ada-korban-khairil-anwar-lagi-KONSVIMIIL.jpg Kuasa Hukum Muzdalifah (Foto: Revi/Okezone)

JAKARTA - Tim kuasa hukum Muzdalifah yang dipimpin oleh Dedy J Syamsudin berharap agar kasus yang dialami oleh kliennya yakni Muzdalifah tidak menimpa korban lain.

- Baca Juga: TERUNGKAP! Ini Alasan Muzdalifah Mantap Ceraikan Sang Suami

Oleh sebab itu, dirinya mengambil langkah tegas untuk melaporkan Khairil Anwar atas dugaan pemalsuan dokumen negara yakni akta perceraian. Dalam laporannya tersebut, Dedy juga menambahkan agar pihak Kepolisian mengusut tuntas perihal laporannya.

"Saya berharap message-nya dalam kasus ini bahwa Kepolisian mengusut tuntas. Kemudian terlapor(Khairil Anwar) tidak mengulangin perbuatannya lagi. Jangan sampai saya sampaikan tadi jangan ada korban-korban yang lain. Karena ini jelas melanggar pasal 263 kan. Ini dokumen negara lho yang dipalsukan," ujar Dedy J Syamsudin saat dijumpai di kawasan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).

"Bisa saja ada perempuan-perempuan yang lain, faktanya beliau masih punya istri yang pertama adalah Evi dan kedua ada Rina, kalau enggak salah. Bunda (Muzdalifah) yang ketiga," sambungnya.

Memang sebelumnya, tim kuasa hukum Muzdalifah juga telah menyampaikan kabar tersebut pada pihak pengacara Khairil Anwar. Namun belum mendapat kabar yang baik dari pihak Khairil Anwar. Alhasil, langkah melaporkan Khairil Anwar dirasa jalan yang terbaik. Kendati demikian, hal tersebut juga atas permintaan dari Muzdalifah sendiri.

Untuk itu, dalam kasus pemalsuan dokumen negara ini, Khairil Anwar diduga melanggar Undang Undang dan ancaman penjara selama 6 tahun menanti.

"Kita sudah sampaikan kepada lawyer-nya, kita tidak main dengan hal ini. Namun sampai hari ini kita belum dapat kabar yang terbaik. Apakah mereka (Khairil) akan datang pada kita untuk menyampaikan minta maaf atau seperti apa. Akhirnya kita mengambil jalan yang terbaik seperti ini, karena klien kita minta diproses secara tuntas," tambahnya.

Sebagai informasi, Muzdalifah dan Khairil Anwar menikah pada 22 Mei 2017 lalu. Alih-alih mendapat kehidupan yang lebih baik dengan Khairil Anwar, justru mahligai rumah tangga yang baru dijalaninya selama satu bulan harus dilalui mantan istri dari Nassar itu dengan menemukan banyak keganjilan. Salah satunya masalahnya yakni utang.

- Baca Juga: Kacau! Khairil Anwar Kenalkan Istri Pertama ke Muzdalifah Sebagai Karyawan

Selain itu, sebelumnya Muzdalifah juga sempat melayangkan gugatan cerai pada Khairil Anwar pada 7 Juli 2017 lalu. Kemudian pada 31 Juli 2017 justru Muzdalifah mencabut gugatannya, lalu mengajukan proses pembatalan pernikahan.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini