Natalie Sarah Sayangkan Tak Menyaksikan Hembuskan Nafas Terakhir Ibunda

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Senin 18 September 2017 23:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 18 33 1778521 natalie-sarah-sayangkan-tak-menyaksikan-hembuskan-nafas-terakhir-ibunda-3dvafuWEqC.jpg Natalie Sarah (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Kesedihan terlihat diwajah Natalie Sarah saat melihat peti jenazah ibundanya, Dra Numiati Siahaan masuk ke liang lahat. Tangis airmatanya tak bisa lagi ia tahan kala menyaksikan orangtua yang melahirkannya kembali ke pangkuan sang pencipta.

Saat ibundanya berada dirumah sakit, mulai dari masa-masa tenang hingga kritis, wanita kelahiran Pekanbaru ini mengaku selalu menemaninya. Bahkan ia menceritakan bahwa ia sempat menemani ibunda saat sedang sakaratul maut.

(Baca Juga: Pamer Cincin Emas, Agnez Mo Segera Dinikahi Wijaya Saputra?)

(Baca Juga: Dapat Nilai Jelek di Film Terbarunya, Jennifer Lawrence Putuskan Hiatus dari Akting)

Kecemasannya terhadap keadaan ibunda yang mengidap kanker payudara kala itu diakui memang sempat sedikit mereda, dan membuatnya rela meninggalkan wanita yang melahirkannya untuk pergi sebentar membeli makanan. Namun siapa sangka, kepergiannya untuk mencari makan tersebut merupakan terakhir kalinya ia bisa melihat sang ibunda masih dalam keadaan bernafas.

"Kita nungguin sakaratul mautnya, kita mau nyaksiin. Kita ngerasa oh sudah enggak (kritis), masih ada harapan (hidup). Besok orang-orang juga mau lihat lagi (jenguk)," ungkap Natalie Sarah yang ditemui di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Senin (18/9/2017).

"Pas kita semua lupa. Kita pulang. Ruangan kan tadinya penuh ada kita-kita. Aku akhirnya keluar mau beli makan seperti biasa. Jadi yang ada di ruangan saat itu, ada mama yang kritis, adik aku, sama bibi, yang lain sibuk pulang," tambahnya.

Ia melanjutkan, "30 menit kemudian adik WA, mama turun di monitornya. 100,90,80 sampai 15. Biasanya kalau ditelpon gitu aku telpon balik. 'Tungguin aku ya'. Karena mama suka gini, pas kritis, dia suka panik, kesel sendiri gara-gara sakitnya,"

Mendengar sang adik menelpon, dan ia sedang berada diluar dan jauh dari sang ibunda, tentu membuat wanita 33 tahun ini panik. Ia bahkan sempat menyatakan bahwa dirinya ingin berada disamping ibundanya saat berasa dalam masa kritis.

"Aku bilang mama jangan pergi dulunya tungguin aku. Aku mau disamping mama. Aku selalu nenangin mama setiap momen. 'Mama enggak boleh gitu, masa marah-marah'," tuturnya sambil menangis.

"Anak pasti mau mama panjang umur, tapi kalau seandainya dicabut, dipanggil sama Tuhan. Mama enggak boleh panik. Harus kuat. Dia tuh enggak bisa ngomong," sambungnya.

(Baca Juga: Wujudkan Mimpi, Julia Perez Akan Diabadikan Sebagai Nama Musala)

Namun nasib berkata lain, istri dari Abdullah Rizal ini mengaku tidak melihat sang ibunda saat menghembuskan nafas terakhirnya. Ia bahkan diketahui sampai diruang perawatan saat ibundanya sudah ditutupi oleh kain putih.

"Nah disaat mama aku enggak ada. Aku lari, datang-datang mama sudah dibungkus kain putih. Jadi aku enggak nyaksiin mama," paparnya.

"Selama mama sakit aku yang rawat, aku yang jaga, tapi pas terakhir, aku cuma pergi sebentar," tutupnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini