nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Darren Aronofsky Garap Film Batman Maka Joaquin Phoenix Jadi si Bruce Wayne

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Senin 18 September 2017 13:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 18 206 1778107 jika-darren-aronofsky-garap-film-batman-maka-joaquin-phoenix-jadi-si-bruce-wayne-cJ4EdmXy85.jpg Joaquin Phoenix (Foto: Movie Web)

LOS ANGELES – Sutradara Darren Aronofsky memiliki angan-angan untuk menjadi salah satu sutradara film Batman di masa depan. Jika mimpinya itu diwujudkan oleh Warner Bros, ia pun sudah menyiapkan nama untuk memerankan Manusia Kelelawar.

Adalah Joaquin Phoenix yang menjadi pilihan utama dari Aronofsky. Menurutnya, Joaquin akan sangat cocok untuk berperan sebagai Bruce Wayne sekaligus Batman.

(Baca Juga: Ciuman Manis dan Doa Penuh Makna, Romantisnya Bunga Citra Lestari Rayakan Ultah Ashraf Sinclair)

(Baca Juga: Sebelum Tutup Usia, Ibunda Natalie Sarah 9 Bulan Berjuang Lawan Kanker)

“Aku selalu menginginkan Joaquin Phoenix untuk memerankan Batman. Lucu sih, aku pikir kami sudah ketinggalan waktu dengan ide kita. Aku mengerti bahwa komik memiliki ruang untuk semua jenis judul berbeda, namun kurasa Hollywood saat itu masih seperti komik Era Keemasan, di mana filmnya harus menyerupai cerita aslinya,” kata Aronofsky seperti dikutip Entertainment Weekly, Senin (18/9/2017).

Aronofsky sendiri pernah diminta untuk menggarap film Batman: Year One karya Frank Miller. Ia bahkan mengajak Miller untuk menjadi co-writer dalam proyek tersebut. Sayangnya, film tersebut batal dirilis karena dinilai terlalu menyimpang dari jalan cerita di dalam komik.

(Baca Juga: Waduh! Setelah Taylor Swift, Kini Katy Perry Dikabarkan Bermusuhan dengan Rihanna)

“Itu adalah film Batman dengan R-rated. Apa yang saya katakan kepada mereka adalah Travis Bickle bertemu dengan The French Connection – seorang pria sejati yang berkeliaran melawan kejahatan. Tanpa kekuatan super, tanpa penjahat, hanya korupsi. Sementara untuk Batmobile, saya mengambil sebuah mesin bus dan menempelkannya dalam sebuah (mobil jenis) Lincoln hitam. Barang geek yang minim teknologi,” terangnya.

Keberanian Aronofsky membawa citra Batman menjadi lebih gelap justru mendapat pujian dari Miller. Ia merasa bahwa Aronofsky adalah sutradara yang berbeda.

“Itu kali pertama aku mengerjakan proyek Batman dengan seseorang yang memiliki visi Batman lebih gelap dariku. Batman-ku terlalu baik baginya. Aku akan mengatakan, ‘Batman tidak akan melakukan itu, dia tidak akan menyiksa orang lain,’” ucap Miller dalam wawancara tahun lalu.

Proyek tersebut akhirnya tidak pernah bergerak ke arah yang lebih baik. Para eksekutif Warner Bros pada saat itu menginginkan film Batman yang disukai oleh anak-anak. Beberapa tahun kemudian, Christopher Nolan datang dengan genre superhero berbeda bersama Christian Bale di film Batman Begins. Padahal film tersebut juga sama sekali tidak begitu ramah untuk dinikmati oleh kalangan anak-anak.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini