Share

Win-Win Solution, Tsania Marwa dan Atalarik Syach Butuh Tempat Netral untuk Temui Anak

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Jum'at 28 Juli 2017 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 28 33 1745934 win-win-solution-tsania-marwa-dan-atalarik-syach-butuh-tempat-netral-untuk-temui-anak-pEuM5DeFVB.jpg Tsania Marwa (Foto: Rima/Okezone)

JAKARTA - Tsania Marwa tengah berbahagia lantaran keinginannya untuk segera bertemu dengan kedua buah hatinya akan terwujud. Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, ia dan sang suami Atalarik Syach diketahui tengah dalam proses perceraian.

(Baca Juga: Memalukan, Pengacara Tsania Marwa dan Atalarik Syach Ribut di Pengadilan)

(Baca Juga: Di Sidang Selanjutnya, Atalarik Syach Siap Hadapi Tsania Marwa)

Proses perceraian terjadi sejak 14 Maret 2017 yang dimulai dengan gugatan dari Marwa kepada Atalarik di Pengadilan Agama Cibinong, Jakarta Timur. Sejak saat itu, anak mereka yakni Syarif Muhammad Fajri dan Aisyah Shabira dibawa dan tinggal bersama Atalarik.

(Baca Juga: Pihak Tsania Marwa Geram, Dengar Kesaksian Supir Atalarik Syach)

Lewat bantuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai mediasi hak asuh anak, akhirnya Marwa bisa mendapatkan jadwal untuk bertemu kedua anaknya setelah dipertemukan bersama.

(Baca Juga: Jadi Saksi Persidangan, Supir Pribadi Siap Bongkar Perselingkuhan Tsania Marwa)

"Ya kita mencoba untuk menurunkan ego masing-masing. Karena tujuan saya kesini semata-mata untuk anak-anak yang masih menguatkan saya untuk ketemu mereka. Tadi berjalan dengan lancar dalam bantuan mediator KPAI. Cukup kondusif lah sampai kita mendapat kesepakatan," ujar Marwah pada Jumat (28/7/2017) di KPAI, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Berbeda dengan Marwa yang langsung menggelar konferensi pers bersama KPAI, sementara Atalarik langsung pergi dengan menjawab singkat pertanyaan awak media yang mengikutinya menuju mobil. Pria kelahiran Jakarta tersebut hanya mengatakan bahwa proses mediasi hanya seputar anak.

"Isinya nasihat untuk berdua. Masalah tumbuh kembang anak," ujar Atalarik singkat.

Menurut keterangan wanita berusia 26 tahun tersebut, masalah utama kesulitan untuk bertemu kedua anaknya adalah soal tempat. Baginya, ia butuh tempat netral untuk bisa bertemu.

"Masalahnya cuma di tempat. Karena pihak sana itu keukeuh maunya ketemu di rumah, Bogor. Karena saya merasa itu bukan tempat netral. Akhirnya sepakat ketemu di tempat netral dan akhirnya saya ada kesepakatan," tambah Marwa.

Dalam proses mediasi pertemuan ibu dan anak-anak tersebut diketahui tangis Marwa kembali pecah lantaran menahan rasa rindu.

"Saya udah capek juga nangis. Kalau inget anak aja pasti sedih. Cuman dengar namanya disebut juga udah menyakitkan. Saya sangat rindu sekali. Saya cuma minta ketemu, sisanya saya pasrahkan ke pengadilan," pungkasnya.

Baik Marwa, Atalarik dan KPAI menutup rapat informasi pertemuan mereka dengan Syarif dan Shabira. Sementara itu, proses perceraiannya akan diputuskan pada 15 Agustus 2017.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini