Share

Tangis Adik Fadli Fadlan Pecah saat Bersaksi di Persidangan

Sumarni, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 12 33 1714154 tangis-adik-fadli-fadlan-pecah-saat-bersaksi-di-persidangan-3ocPJdoA9v.jpg Farah Dibba (Foto: Sumarni/Okezone)

TANGERANG - Adik aktor sekaligus presenter Fadli Fadlan, Farah Dibba tak kuasa menahan tangis saat memberikan kesaksian dihadapan Majelis Hakim. Bagaimana tidak, Farah tentu saja harus mengingat ke belakang momen-momen paling buruk dalam hidupnya itu.

Penganiayaan hingga hampir dibunuh oleh tersangka Rachmat Sesario akhir tahun lalu rupanya masih meninggalkan luka yang mendalam. Wajar apabila tangisan Farah mendadak pecah.

"Duh ini saya sampai mengingat masa lalu sambil nangis-nangis. Gimana yah saya kan lagi masa recovery. Recovery saya ini lama banget loh. Untuk ngelupain juga enggak sebentar," ungkap Farah di Pengadilan Negeri Tangerang pada Senin (12/6/2017).

Namun, Farah mencoba tegar dan berhasil menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan jaksa penuntut umum juga Majelis Hakim. Ia bahkan menepis rasa trauma saat berhadapan langsung dengan Rio di meja pengadilan.

"Karena untuk ketemu orang yah baru-baru sekarang ini aja. Meskipun itu masih meninggalkan bekas-bekas yah sampai sekarang tapi tadi alhamdulillah berjalan lancar," sambungnya.

Farah sendiri mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus Rio kepada pihak pengadilan. Berapa pun hukuman yang diterima sang tersangka, ia berharap dapat memberikan efek jera.

"Aku sih pinginnya kalau bisa seumur hidup yah. Cuma kan hukum di kita hukum yang harus dipatuhi. Jatahnya (dia) kurang lebih 15 tahun. Saya akan mengikuti sesuai prosedur yang ada," imbuh Farah.

Sementara itu, perkara bermula kala tersangka Rachmat Sesario (21) ingin menjual rumah dan meminta bantuan Farah sebagai salah satu pengusaha properti. Saat Farah sibuk memotret ruangan rumah pelaku, tanpa tedeng aling-aling Rio langsung memukul dan menganiaya Farah membabi buta.

Beruntung Farah berhasil diselamatkan oleh warga dan satpam setempat. Rio sendiri bakal dikenakan pasal 340 juncto 53 atau 338 juncto 53 KUHP mengenai pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini