Image

Jadi Penjual Kopi, Pesinetron Andita Lela Karlita Kerap Digoda Pria Hidung Belang

Zen Arivin, Jurnalis · Selasa 21 Maret 2017, 09:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 21 33 1647916 jadi-penjual-kopi-pesinetron-andita-lela-karlita-kerap-digoda-pria-hidung-belang-5oXPfyTRWw.jpg Andita Lela (Foto: Zen Arivin/Okezone)

NGANJUK - Usai memilih mundur dari dunia hiburan, pesinetron Andita Lela Karlita kini berjualan kopi di kampung untuk membantu ibunya. Andita yang pernah bermain di sinetron Tukang Ojek Pengkolan itu bercerita bagaimana suka dukanya menjalani aktivitas sekarang.

Menurut Andita, sejak memutuskan untuk menjadi pelayan di warung kopi dan makanan milik orang tuanya di Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur banyak hal yang dilewati. Mulai dari disebut sombong, hingga sempat diajak jalan pria hidung belang.

Maklum saja, dara kelahiran Sumedang, Jawa Barat, ini memiliki paras yang cantik serta tubuh yang cukup seksi. Tak heran, jika ada lelaki hidung belang yang dengan sengaja, bahkan terang-terangan mengajaknya untuk jalan.

"Iya, memang ada juga yang seperti itu, tanya ke mama apa aku bisa diajak jalan. Sebenarnya aku jengkel juga, tapi lama-lama aku anggap biasa," kata Andita di Nganjuk, Jawa Timur, Senin, 20 Maret 2017.

Diakui Andita, banyak pengunjung warung miliknya yang datang dan memintanya untuk selfi atau sekadar berfoto di dalam mobil. Namun, banyak tidak sedikit juga pengunjung yang meminta nomor ponselnya. Tentunya didominasi kaum pria.

"Setiap hari pasti ada yang meminta untuk foto. Tidak hanya pengunjung pria sih, tapi ibu-ibu juga banyak. Saya juga tetap melayani mereka dengan baik," ungkapnya.

Tak hanya itu, stigma negatif juga kerap diterima Andita. Ada juga warga yang menuding jika warung milik orang tuanya itu laris manis karena Andita mau meladeni para pria yang datang ke tempatnya itu. Namun, hal itu tidak terlalu difikirkan Andita. Yang terpenting baginya kini membesarkan usaha tersebut.

"Ya begitu dibilang aku jualan kopinya ramai karena mau ngeladenin cowok-cowok. Tapi yang tahu, misalnya kayak ibu-ibu yang main ke sini kemudian aku ngelayaninya juga baik jadi aku dibelain. Sebenarnya gimana kitanya saja. Pembeli ada yang nggak enak, tapi banyak yang ramah kok sopan juga," pungkasnya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini