nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Film Pemenang Oscar Paling Kontroversial Sepanjang Sejarah

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Selasa 28 Februari 2017 19:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 28 206 1630587 film-pemenang-oscar-paling-kontroversial-sepanjang-sejarah-nWXlBkr2Ur.jpg Oscar penuh kontroversi (Foto: LA Times)

LOS ANGELES- Sama seperti penghargaan lain, Oscar juga tak lepas dari kontroversi. Sepanjang sejarah, ada sejumlah film yang menuai kontroversi karena dinobatkan sebagai pemenang Oscar.

Berikut rangkuman film pemenang Oscar yang menjadi kontroversi, sebagaimana dikutip Screenrant, Selasa (28/2/2017).

My Cousin Vinny (1992) – Best Supporting Actress

Film ini sebenarnya tidak difavoritkan pada ajang Oscar ke-65. Selain komedi, film tersebut sudah ditayangkan setahun di luar musim Oscar.

Kemenangan film ini di Oscar semakin menjadi kontroversi manakala Marisa Tomei berhasil meraih Best Supporting Actress. Padahal, Marisa dinilai tidak berpengalaman memerankan film komedi. Alhasil, hal inipun memunculkan dugaan lain.

(FOTO: Screenrant)

Rumor mengatakan jika presenter pada saat itu, Jack Palance dalam kondisi mabuk di panggung. Sehingga, dia salah menyebut nama Tomei sebagai pemenang.

Meski rumor tersebut akhirnya hilang, tetap saja kemenangan Marisa Tomei menjadi kontroversi di Oscar. Namun, tentu saja itu bukan kesalahan Tomei.

Three 6 Mafia (2005) – Best Song

(FOTO: Screenrant)

Hip Hop sudah pasti bukan topik yang menarik di Oscar. Karenanya, hal ini jadi mengejutkan ketika film Three 6 Mafia dapat piala Oscar untuk kategori Best Song. Soundtrack film berjudul It’s Hard Out Here for a Pimp dari Hustle and Flow.

Life is Beautiful (1999) – Best Actor

Kemenangan film aktor Life is Beautiful, Roberto Benigni di Oscar 1999 rupanya memicu kontroversi. Benigni dinilai mematahkan banyak film tradisional Hollywood.

(FOTO: Screenrant)

Cara Benigni ketika berjalan ke panggung untuk menerima Oscar juga dinilai tidak sopan. Benigni berjalan di atas kursi dan melewati orang-orang yang duduk di atasnya. Selain itu, tidak sedikit para fans yang menjagokan Edward Norton untuk mendapatkan piala tersebut.

The Matrix (1999) – Best Visual Effect

(FOTO: Screenrant)

Di kategori Visual Effect, film the Matrix sebenarnya tidak dijagokan untuk menang. Justru, film Star Wars digadang-gadang bisa menyabet penghargaan kategori ini karena dinilai memiliki efek visual terbaik. Tidak sedikit kala itu yang menganggap jika visual film Matrix menjemukan. Karenanya, kemenangan The Matrix pun menjadi kontroversi.

 

The Pianist (2002) – Best Actor

(FOTO: Screenrant)

Sebenarnya, tidak mengejutkan jika film The Pianist mendapat banyak nominasi Oscar. Namun, kemenangan film ini menjadi kontroversi, ketika aktornya Adrien Brody dinobatkan sebagai pemeran utama terbaik di Oscar. Ketika itu, masyarakat mengharapkan kemenangan yang berbeda, yakni Jack Nicholson dan Daniel-Day. Tak heran jika banyak yang menganggap jika kemenangan itu lebih kepada perannya, bukan sang aktor.

Slumdog Millionaire (2008) – Best Picture, Best Song

Kontroversi kemenangan Slumdog Millionaire dipicu karena film tersebut dianggap kurang nuansa Oscar. Film yang sebagian besar disampaikan dalam bahasa Hindi itu juga dinilai terlalu banyak tafsiran, drama dan cerita cinta yang rumit.

(FOTO: Screenrant)

Sementara untuk kategori Best Song, soundtrack Slumdog Millionaire yang berjudul Jaiho juga dianggap karena kurang menyatu dengan filmnya.

Life of Pi (2012) – Best Director

Film ini berhasil membawa pulang empat piala Oscar, termasuk kategori Sutradara Terbaik untuk Ang Lee. Kontroversinya adalah Life of Pi gagal mendapat penghargaan Best Picture, karena ketika itu justru film Argo milik Ben Affleck yang menang. Publik berpendapat jika film Argo lebih pantas untuk mendapat piala sutradara terbaik, sementara Life of Pi lebih kepada sinematografi dan special efek.

(FOTO: Screenrant)

Selain itu, Life of Pi juga gagal membuat kesan pada department acting. Umumnya, film ini dianggap terlalu menonjolkan efek visual daripada akting pemeran utamanya. Karenanya, publik pun lebih berharap jika film Lincoln karya Steven Spielberg dirasa paling cocok jadi film terbaik.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini