JAKARTA - Grup musik asal Yogyakarta, V1MAST mengharumkan nama bangsa di kancah internasional lewat alunan musik tradisional yang dipadukan dengan musik modern. Bahkan mereka sukses meraih titel Best Ensemble Performance dalam kompetisi musik dan budaya Dukat Fest 2016 yang diikuti 32 negara.
Karya lagu dan penampilannya juga disambut antusias saat menjalani #TourKurikulum sampai ke Eropa, yaitu Bosnia dan Herzegovina pada bulan Juni 2016 dan Praha bulan Agustus 2016.
Band yang digawangi oleh Viza K. Mahasa vokal, gitar, gamelan, angklung, dan lainnya. Serta Vais Randi (drum dan sequencer) menyebut genre musik mereka pop-rock-ethnic atau bisa disebut World Music.
Tak puas mengenalkan musik tradisional kepada warga negara asing, band yang mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini kembali mengenalkan karya terbaru mereka di Tanah Air.
Setelah single Kurikulum Hatimu, V1MAST merilis single kedua berjudul Jogja Love Story. Lagu teranyar mereka ini menceritakan keindahan kota Yogyakarta dari segala sisi, mulai dari batik khasnya, keeksotisan alam, sampai kelezatan kuliner kota seniman itu.
"Lagu yang pertama kali bisa menggerakan orang bule begitu dengar gamelan 20 ribu orang di Bosnia mencengang. Di sana pas kita minta nyanyi lirik kita, mereka kompak teriak mengatakan Yogyakarta," ujar Vaiz saat ditemui di De Leila Cafe, FX Sudirman.
V1MAST memiliki tujuan positif untuk melestarikan musik tradisional yang kini sudsh jarang terdengar. Dua sahabat ini berharap agar Indonesia memiliki World Music (yang menyuguhkan musik tradisional dipadu musik modern) yang khas dengan unsur etnik.
"Sangat disayangkan kalau Indonesia belum punya World Music musiknya sendiri. Kita memberikan unsur modern pop rock yang penting menembus zaman," ujar Viza.
"Semoga anak muda zaman sekarang enggak malu dan percaya diri memainkan alat musik tradisional," imbuh Vais.
(edh)