"Pemerintah dan masyarakat belum banyak tahu kalau sebenarnya potensi seniman lokal kita tinggi. Tapi belum banyak diperhatikan," tuturnya.
Eko mengaku memiliki darah seni sejak kecil. Sejak umur 5 tahun dirinya sering menggambar di tembok dan buku pelajaran, Saat SMP bakat seninya kembali muncul dan uk ke Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) pada 1993. Setelah dari SMSR orang tuanya yang hanya loper koran, tidak mampu membiayainya kuliah.
Saat itu dirinya mendapatkan hadiah dari kompetisi menggambar. Uangya digunakan mendaftar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia pun aktif mengirim gambar ke koran mingguan di Yogyakarta. "Honornya untuk biaya kuliah. Juga mengurus beasiswa agar tetap bisa berkuliah," katanya.
Awal tahun 2000-an bersama temannya meencetak komik underground daging tumbuh (DGTMB) Bentuknya fotokopian, dan hanya dicetak 50 eksemplar pada edisi pertama. Sampai saat ini sudah edisi 16.
"Ada sekitar 200 halaman tiap edisi," tutupnya.
(fik)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri