Demi Album Baru, Musikimia Gaet 5 Co-Produser

Raynaldi Wahyu, Jurnalis · Selasa 02 Februari 2016 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 02 205 1302619 demi-album-baru-musikimia-gaet-5-co-produser-HHlf3dDhCH.jpg Musikimia gandeng 5 co produser (Foto: Ray/Okezone)

JAKARTA - Musikimia baru saja merilis full album mereka bertajuk Intersisi. Pada album yang berisikan 10 lagu ini mereka menggaet lima co-produser, demi kesempurnaan penggarapan album yang mengusung keragaman unsur-unsur musikal mulai dari pop, rock, reggae, metal, dan blues.

Lima co-produser itu di antaranya adalah Nikita Dompas, Gugun (GBS), Bondan Prakoso, Eben (Burgerkill), dan Stevi Item. Masing-masing co-produser kedapatan turut andil mengaransemen dua buah lagu yang dipilih oleh Musikimia.

Kehadiran para musisi handal sebagai co-produser teesebut berperan dalam memberikan kontrobusi ide-ide kreatif yang memperkaya warna album mereka. Setiap co-produser pun memiliki pengalaman seru pada sata proses rekaman.

Nikita Dompas misalnya, dirinya berharap band yang digawangi oleh Fadly (vokal), Rindra (bass), Yoyo (drum), Stephan Santoso (gitar) memberikan nuansa baru yang fresh dalam industri musik Tanah Air. Nikita ingin Musikimia memiliki karakter kuat dalam bermusik.

"Tapi pengin mereka bersenyawa untuk menciptakan musik yang genrenya Musikimia," papar Nikita saat ditemui di peluncuran album Intersisi di Hard Rock Cafe, Pasific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2016).

Sedangkan vokalis band Gugun Blues Shelter (GBS), Gugun mengaku awalnya sempat kaget didaulat menjadi co-produser Musikimia. Ia menilai jika Musikimia memiliki keunggulan utama dalam lirik dan progesi musik yang mereka usung. Jelas jauh berbeda dari musik mainstream yang berkembang dewasa ini.

"Kendala enggak ada karwna semua personel korporatif banget mengalir gitu aja kalau dilihat musik Musikimia banyak terpengaruh musik era 90an. Lagu digarap kebanyakan kisah asmara," tutur Gugun.

Bondan Prakoso yang kedapatan mengaransemen lagu lawas, Taman Sari Indonesia karya Franky Sahilatua mengaku sempat menemukan kesulitan untuk mengubah sedikit musik dari versi original. Namun dengan musikalitas yang dimiliki, ia mampu mengemas lagu tersebut secara apik tanpa menghilangkan esensi dari lagu yang juga masuk dalam album Intersisi itu.

"Saya bikin dua aransemen yang pertama masih pakem kedua unsur vintagenya ada. Tadinya ada unsur etniknya tapi dibikin Musikimia banget tapi esensi dari lagunya tidak hilang," jelas Bondan.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini