Zandre Badak Gandeng Kak Seto Kembangkan Lagu untuk Anak

Edi Hidayat, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2014 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 29 386 933663 ZLkYnGU0KV.jpg Zandre Badak (Foto: Ist.)

JAKARTA  - Musisi  Zandre Badak meluapkan keprihatinannya kepada lagu anak-anak semakin langka diperdengarkan melalui media radio maupun televisi. Menurutnya, kondisi ini akan berdampak tak sehat terhadap perkembangan psykologis anak-anak Indonesia.

“Bayangkan sekarang anak balita sudah didengarkan lagu-lagu orang dewasa, dan mereka cepat hapal. Ini tentu bisa bahaya,” kata Zandre saat diwawancarai di Jakarta, beberapa hari lalu.

Zandre sengaja mengambil sikap konsisten mempertahankan karya lagu untuk anak-anak yang ia kumpulkan di satu wadah manajemen miliknya, Zebe Management. Artis yang tergabung di dalamnya, seperti pemain violin Ratu Imoet.

“Secara bisnis lagu anak-anak memang sulit bersaing dibandingkan lagu-lagu dewasa. Tapi kalau tidak ada yang merawat siapa lagi. Mengandalkan pemerintah tidak mungkin,” ungkapnya.

Strategi lain yang ia terapkan untuk menyebarkan lagu anak-anak di antaranya dengan membuat organisasi masyarakat (ormas) PPDA (Pecinta dan Peduli Dunia Anak-Anak) dengan melibatkan aktivis peduli anak Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait sebagai penasehat.

"Misi utama PPDA adalah mengedepankan edukasi dan hak anak dalam bermain, belajar dan menerima pendidikan. Saya sebagai musisi dan produser bisa banyak menyumbangkan pikiran mengembangkan kreativitas anak di dunia musik," terangnya.

Tak mudah bagi Zandre mengembangkan kreativitas dari anak-anak karena cibiran justru datang dari orang lain.

"Hinaan dan dipandang sebelah mata orang lain itu sudah biasa. Tapi, semuanya menjadi motivasi buat saya agar anak-anak mendapatkan kembali dunianya," katanya.

(tre)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini