JAKARTA - Penyanyi senior Diana Nasution wafat pada Jumat 4 Oktober di usia 55 tahun, setelah kalah melawan penyakit kanker payudara dan maag akut.
Dia merupakan penyanyi yang punya karakter khas dan sangat jarang di Indonesia. Hal itu dikatakan pengamat musik senior Denny Sakrie saat berbincang dengan Okezone.
"Penyanyi seperti Diana Nasution itu bisa dihitung jari di Indonesia," kata Denny.
Denny kemudian menyebut bahwa Indonesia sebenarnya memiliki banyak sekali bakat penyanyi, hanya saja, biasanya penyanyi Indonesia didominasi oleh dua suku yang dominan, yaitu Maluku dan Sumatera Utara.
"Di Indonesia ada dua etnis yang merepresentasikan musik Indonesia karena memiliki suara khas, Sumatera Utara sama Maluku," katanya.
Diana Nasution yang berdarah Batak bersama kakaknya, Rita Nasution, pernah membentuk duet "Nasution Sisters" yang populer di era 70-an. Kelebihan dari Diana Nasution terletak pada karakter yang mungkin saja tidak dimiliki penyanyi lainnya.
"Kelebihan Diana Nasution itu terletak pada karakternya, suara mezzo sopran dengan range 2 sampai 3 oktaf, kita mungkin bisa saja nyanyi "Benci Tapi Rindu", tapi enggak ada yang bisa semirip Diana Nasution," kata Denny.
Saat ini, jenazah Diana Nasution masih dibaringkan dalam peti di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Beliau rencananya akan dimakamkan Minggu 6 Oktober di TPU Taman Kusir, Jakarta Selatan.
(tre)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri