nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lagu Daerah Inspirasi Album Anyar Radja

Tomi Tresnady, Jurnalis · Minggu 08 November 2009 15:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2009 11 08 205 273399 00o1RUOiK2.jpg Foto: Gitaris.com

JAKARTA-Ternyata, lagu-lagu daerah bisa mengantarkan inspirasi bagi band Radja. Tak heran, bila sang gitaris Moldy segera merealisasikannya dalam album kesembilan gubahannya.

"Di album ke sembilan ini, biasanya orang recycle lagu-lagu lama, kita malah recycle lagu daerah seperti lagu Banjar. Karena kita sangat peduli sama daerah biar merasa dimiliki, tapi dibikin tren seperti 'Ampar-ampar Pisang', siapa yang tidak kenal lagu itu? Atau lagu 'Saputangan Bapucuk Empat'. Di album ini gue pure mengangkat tiga lagu daerah yang sempat hits dan populer, lalu dibikin versi Radja, biar anak-anak yang tidak menyukai jadi senang," ungkap Modly yang ditemui di acara Dahsyat, Point Square Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2009).

Radja mengangkat lagu daerah dalam album teranyarnya bukan tak beralasan. Menurut Moldy, langkah tersebut diupayakan agar bangsa Indonesia senantiasa menjaga kebudayaannya agar tidak diklaim milik bangsa lain.

"Apa yang harus kita berikan pada bangsa ini adalah dengan mengangkat budaya-budayanya, jangan sampai dimiliki oleh bangsa lain. Sebelum kehilangan, kita sudah mengangkat lagu-lagu nasional kita sendiri. Selama ini, diklaim orang, karena kesalahan bangsa kita sendiri. Kalau kehilangan, baru deh kita merasa memiliki," tuturnya.

Lagu-lagu daerah sengaja didaur ulang untuk album terbarunya sebagai upaya Radja memberi contoh pada band-band lain.

"Kita ingin kepada band-band lain mencontoh bahwa Radja peduli sama lagu-lagu daerah. Itu salah satu kecintaan daerah saja yang harus dibawa keluar. Jangan merasa kebarat-baratan," imbuh kakak kandung Ian Kasela, sang vokalis itu.

Rencananya, di pengujung tahun, album HUT ke delapan Radja tersebut akan segera dirilis.

"Materi lagu sudah 70 persen, secara audio sudah kelar, sudah mixing semua, klipnya sudah offline, tinggal finishing. Sebulan lagi akan segera merilis Radja Joint to Banjar, ini hadiah akhir tahun. Karena Radja sudah berumur 8 tahun," paparnya.

Untuk menggarap proyek teranyar ini, Radja tak menemukan kesulitan yang berarti. Apalagi Ian, sang vokalis merupakan orang Banjar.

"Ian kan memang orang Banjar, jadi enggak sulit membawakan lagu itu. Jadi, Radja Back to Country atau balik ke daerah. Kalau di kalimantan, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, mereka mengerti bahasa Banjar. Kalau orang tidak mengerti bahasa Banjar, musiknya bisa menghibur," tandas Moldy seraya mengatakan akan mengangkat lagu dari Minang pada proyek selanjutnya.

(ang)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini