SEOUL - Lee Min Ho dipastikan batal menghadiri ajang Busan International Film Festival (BIFF) 2026 yang rencananya mulai digelar pada 6 Oktober mendatang. Pihak panitia menyebut, alasan ketidakhadiran sang aktor karena ‘keadaan yang tidak dapat dihindari’.
Meski tidak memberi penjelasan lebih lanjut, namun keputusan itu diambil sang aktor setelah film The Assassin(s) yang dibintanginya menuai kecaman keras. Film yang juga dibintangi Yoo Hae Jin itu dituding melakukan distorsi sejarah.
Dengan pembatalan tersebut, maka sesi Actors House: Lee Min Ho yang seharusnya dihadiri sang aktor pada 7 Oktober 2026 terpaksa dibatalkan. Tak hanya itu, seluruh agenda The Assassin(s) di BIFF 2026 juga ikut dibatalkan.
Hive Media Corp selaku rumah produksi yang menggarap The Assassin(s) juga mengumumkan tidak akan menghadiri acara pembukaan BIFF 2026 maupun Outdoor Stage Greeting yang juga dijadwalkan pada 7 Oktober mendatang.
Keputusan itu, menurut Hive Media Corp, diambil setelah mempertimbangkan situasi yang berkembang. Rumah produksi itu menilai, keamanan para cast, tim produksi, penonton, dan tamu undangan menjadi salah satu pertimbangan kuat mereka absen dari BIFF 2026.
Seperti diumumkan sebelumnya, Lee Min Ho dan Yoo Hae Jin, dua aktor The Assassin(s) seharusnya hadir dalam pembukaan BIFF 2026. Sementara sutradara Hur Jin Ho dan Park Hae Il dijadwalkan mengikuti sesi Outdoor Stage Greeting untuk ‘mempromosikan’ film itu pada penonton BIFF.
Film The Assassin(s) memulai debutnya di bioskop Korea Selatan, pada 23 September 2026. Baru 3 hari dirilis, Badan Perfilman Korsel mengumumkan, film itu telah membukukan 1,05 juta penonton. Sayang, popularitas film itu bergerak ke arah yang tak diinginkan.
Cerita The Assassin(s) mengadopsi peristiwa pembunuhan Yuk Young Soo di momen peringatan Kemerdekaan Korea Selatan, pada 15 Agustus 1974. Mun Se Gwang, pelaku penembakan Ibu Negara tersebut awalnya menjadikan Presiden Park Chung Hee sebagai sasaran utama.
Namun peluru nyasar dan menewaskan sang Ibu Negara. Publik yang sudah menonton film itu menilai, sutradara Hur Jin Ho ‘mempelintir’ sejarah dan memosisikan sang presiden dan Intelijen Korea Selatan sebagai dalang di balik peristiwa tersebut.
Kecaman publik dan kritikus itu berujung pada ancaman menggelar demonstrasi besar-besaran. Korea JoongAng Daily bahkan mengabarkan, kelompok sipil konservatif Korea Selatan menyatakan kesiapannya untuk menggelar demo terkait film tersebut.
Terkait kontroversi tersebut, Hive Media Corp membantah adanya distorsi sejarah dalam film The Assassin(s). Mereka menegaskan, film tersebut murni karya fiksi yang menggunakan catatan dan materi sejarah yang telah dipublikasikan.
Rumah produksi itu juga menegaskan, The Assassin(s) tidak pernah menjadikan sosok maupun lembaga tertentu sebagai dalang di balik peristiwa percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Hee dalam film tersebut.*
(SIS)