JAKARTA - ANW sempat mengalami trauma berat dan tekanan mental usai diduga mendapat perlakuan tidak senonoh dari Betrand Peto di sebuah kelab malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada 12 September 2026.
Thulus Pardosi, kuasa hukum ANW mengatakan, kliennya mengalami tekanan mental setelah menjadi sasaran komentar negatif warganet di media sosial. Dia dianggap sebagai perempuan ‘tak benar’ karena berada di kelab malam.
“Publik mengorek kehidupan pribadi klien kami, mencari tahu pekerjaannya, bahkan mempertanyakan keberadaannya di TKP. Kondisi itu membuat klien kami takut, tertekan, waswas, dan trust issue,” ujar Thulus di Tebet, Jakarta Selatan, pada 23 September 2026.
Nathaniel Hutagaol, tim penasihat hukum ANW lainnya menambahkan, ketakutan bahkan sudah menyelimuti korban sebelum laporan polisi resmi dibuat. Meski begitu, dia memastikan, kondisi psikologis korban berangsur pulih setelah menjalani asesmen di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Klien kami merasa sedikit lega karena punya tempat cerita ke psikolog. Semua kekhawatiran yang dialaminya berangsur membaik, meski hasil resmi asesmen dan visumnya masih kami tunggu,” kata sang pengacara.*
(SIS)