Billy Christian Bikin POTE Tak Cuma Andalkan Jumpscare namun Mainkan Psikologis Penonton

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Minggu 20 September 2026 22:02 WIB
POTE
Share :

JAKARTA - Sutradara Billy Christian punya alasan tersendiri tertarik menggarap serial horor orisinal Vision+ berjudul POTE. Baginya, sosok POTE menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan entitas horor Indonesia yang selama ini kerap diangkat ke layar.

Billy mengaku langsung tertarik ketika pertama kali mendapat tawaran untuk menyutradarai POTE. Bukan hanya karena genre horor, tetapi karena sosok POTE sendiri masih memberikan ruang yang luas untuk dikembangkan secara kreatif.

“Iya. Awal-awal ketika saya ditawarkan Pote ini, sangat tertarik sekali karena entitasnya, hantunya tuh berbeda dari kebanyakan yang sudah ditawarkan produser ke saya sebelumnya,” kata Billy Christian saat ditemui dalam press screening POTE pada Sabtu (19/9/2026).

Menurut Billy, cerita horor Indonesia selama ini cukup sering berkutat pada sosok-sosok hantu yang sudah dikenal masyarakat. Sementara POTE menawarkan karakter yang belum banyak diangkat ke dalam film maupun serial.

“Biasanya kan hantu Indonesia yang kebanyakan itu-itu aja. Jadi Pote ini menyajikan sesuatu yang baru dan belum pernah diangkat ke film atau series sebelumnya,” ujarnya.

Ketertarikan Billy semakin besar karena sosok POTE tidak memiliki gambaran visual yang begitu baku. Kondisi itu justru membuka kesempatan baginya dan tim untuk menentukan sendiri bagaimana Pote akan direpresentasikan dalam serial.

“Jadi sesuatu yang baru. Jadi, ‘Oh, oke saya pernah dengar orang Pote. Ini menarik banget.’ Dan di sini terbuka buat saya untuk menginterpretasikan sosok Pote itu seperti apa, karena kalau kita Google kan kita enggak tahu sebenarnya sosok Pote itu seperti apa,” tutur Billy.

Dari situlah proses kreatif POTE mulai dibangun. Billy bersama tim mengembangkan interpretasi mengenai sosok POTE, termasuk bagaimana kutukan yang dibawa entitas tersebut akan divisualisasikan dalam cerita.

“Lalu di situlah mulai kreatif itu, mulai kita berpikir secara kreatif bagaimana kita mau merepresentasikan kutukan Pote ini dan juga dengan tambahan kreatif kita seperti apa,” katanya.

Namun, Billy tidak ingin POTE hanya menjadi serial yang mengandalkan kemunculan hantu atau adegan jumpscare untuk membangun ketegangan. Ia juga menaruh perhatian pada atmosfer cerita serta konflik yang dialami masing-masing karakter.

Selain cerita yang menurutnya menyeramkan dan mengundang rasa penasaran, Billy ingin menghadirkan visual yang memiliki atmosfer kuat. Di saat yang sama, karakter-karakter dalam POTE juga dibuat memiliki persoalan masing-masing.

“Dan juga di sini selain menyajikan cerita yang menyeramkan, intriguing, saya juga ingin menyajikan visual yang atmosferik. Dan juga karakter-karakternya di sini memiliki konfliknya masing-masing,” jelasnya.

Konflik personal itu kemudian menjadi bagian penting dalam cara Billy membangun ketegangan. Ia menyebut unsur psikologis turut dimainkan sehingga rasa takut yang muncul tidak semata-mata berasal dari kehadiran sosok POTE.

“Jadi bermain psikologis juga di situ dan tidak hanya mengandalkan jumpscare,” kata Billy.

Menariknya, Billy menganggap proses menentukan wujud dan cara menghadirkan POTE sebagai salah satu bagian paling menyenangkan dalam penggarapan serial ini. Ia bahkan menyebut interpretasi terhadap Pote sebagai “mainan baru” baginya sebagai sutradara.

“Satu lagi, interpretasi Pote-nya itu sendiri jadi mainan baru buat saya. Karena nanti mungkin di episode-episode berikutnya teman-teman bisa melihat bagaimana kita merepresentasikan sosok Pote ini,” pungkas Billy.

(kha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya