Ndarboy mengungkapkan, popularitas awal lagu tersebut perlahan menjangkau area lokal Jawa Tengah dan DIY selama hampir satu bulan. Namun, kejutan terbesar saat kemunculan konten tren animasi kucing yang menggunakan potongan lirik lagunya di bagian “Kicau, kicau, kicau mania”.
Dari situlah lagu miliknya mulai semakin viral dan banyak diketahui bahkan menjadi tren tersendiri bagi kalangan konten kreator, warganet, serta masyarakat. Ndarboy juga menegaskan bahwa fenomena keviralan tersebut murni organik dari para pengguna internet. Dia sama sekali tidak merancang strategi pemasaran khusus maupun pembuatan gimik untuk memicu tren tersebut.
“Enggak tahu, kita enggak mendesain, kita enggak bikin dummy, kita enggak bikin gimik, kita enggak bikin campaign. Malah aku ikutannya yang 'Gaspol, ndang hak' yang motor-motoran itu," ujarnya.
Penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagu campursari dan pop Jawa ini mengaku terheran-heran ketika bagian refrain lagu menjadi populer di luar prediksi strategi awalnya. Padahal, saat memproduksi karya, dia biasanya telah menentukan poin utama atau hero content dari lagu tersebut.
“Terus rame yang bagian reff 'Kicau, kicau, kicau mania' gitu. Terus aku juga heran, kok bisa yang viral ini ya? Karena kalau yang sekarang aku sering memproduksi musik nih, aku tentuin hero content-nya dulu. Oh, hero content-nya tuh bagian ini ya memang yang 'Gaspol danga' itu hero content-nya dan kemakan di otomotif. Nah, ini tiba-tiba muncul versi kucing. Yang buat itu mempopulerkan itu siapa, aku juga nggak tahu,” tutur Ndarboy.
(ant)