Pilihan Nolan mengadaptasi The Odyssey bukan tanpa alasan. Karya Homer itu dikenal sebagai salah satu fondasi sastra Barat yang memengaruhi banyak cerita lintas generasi. Meski telah berusia ribuan tahun, kisah tersebut belum pernah diangkat menjadi blockbuster modern.
Nolan pun mengaku tertantang menerjemahkan dunia mitologi Yunani dalam bahasa sinema yang berbeda. "Saya ingin menceritakannya dengan cara yang belum pernah dilakukan," ujarnya.
Ambisi tersebut diwujudkan melalui produksi berskala besar di enam negara. Pengambilan gambar berlangsung di Maroko, Yunani, Italia, Islandia, Skotlandia, dan Amerika Serikat. Setiap lokasi dipilih untuk menghadirkan bentang alam yang mendukung perjalanan panjang Odysseus.
Film ini tercatat sebagai produksi panjang pertama di dunia yang seluruh adegannya direkam menggunakan kamera film IMAX. Keputusan tersebut menghasilkan detail visual yang lebih kaya dengan skala gambar jauh lebih luas dibanding format film konvensional.
Penggunaan kamera film IMAX juga memungkinkan setiap lanskap, adegan laga, dan detail visual tampil lebih nyata. Alhasil, skala petualangan yang dibangun terasa semakin megah di layar lebar.